MEDAN

Nasehat...

.“(Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas? Tidak ada yang dapat menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman. (An-Nahl:79") .“(menang dengan mengalah, itulah filsafat air dalam mengarungi kehidupan") .(Guru yang paling besar adalah pengalaman yang kita lewati dan rasakan sendiri) .(HIDUP INI MUDAH, BERSYUKURLAH AGAR LEBIH DIMUDAHKAN ALLAH SWT)

Bismillahirrahmanirrahim

"Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas? Tidak ada yang dapat menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman. (An-Nahl:79)

Kamis, 13 Mei 2010

HUKUMAN DARI UMMAT....?????

Pilkada walikota dan Wakil walikota medan kini memasuki tahap akhir, meskipun berdasarkan perhitungan suara sementara diprediksi pilkada medan akan berlangsung dua putaran. Namun jika hasil suara sementara itu dijadikan indikator untuk mengukur kekuatan dan persatuan umat islam di Kota Medan, sesungguhnya dapat disebutkan kekalahan sudah di depan mata. Hasil perhitungan suara sementara menunjukkan pasangan calon yang diusung partai islam dan partai berbasis islam sangat berat untuk masuk ke putaran kedua. Pertanyaannya, bagaimana nasib umat islam ke depan paling tidak dalam hitungan 5 tahun mendatang? Penyesalan, baik dari elit umat dan tentunya umat secara keselurun itu hal yang pasti. Tapi penyesalan yang datang kemudian itu tidak akan mengubah situasi apapun. Cemoohan dan kritik pedas dari umat atas fakta yang terjadi hari ini juga hal yang pasti. Elit umat, elit partai politik berazas dan berbasis islam mungkin saja akan jadi sasaran cemoohan dan kritikan tersebut. sebagian kalangan menilai, bahwa apa yang terjadi pada pilkada medan tahun ini merupakan titik kulminasi dari ketidakpercayaan umat kepada pemimpinnya di berbagai level. kekalahan pasangan calon yang diusung partai politik berazas dan berbasis islam juga menjadi tamparan dan kemarahan yang sangat luar biasa dari umat.umat menilai, elit umat dan partai politik berbasis agama islam ternyata hanya memikirkan ego dan kepentingan masing-masing, berpikir pragmatis dan instan serta jarang sekali memikirkan apa yang diinginkan umat. Umat mungkin hanya ingin mengingatkan atau bisa jadi menghukum para pimpinanyang mereka anggap terlalu egoistis. atau mungkin umat ingin menyatakan sikap, bahwa para pemimpin umat harus sadar, melakukan intropeksi dan kembali menjadikan kepentingan umat di atas kepentingan yang lain. Penyesalan memang selalu datang terlambat. Tapi tidak ada kata terlambat untuk melakukan perubahan menuju perbaikan. Kekalahan umat di pilkada Kota Medan jangan menjadi topik untuk saling menyalahkan karena sesungguhnya apapun itu tidak akan membawa dampak positif bagi umat. Saat seluruh komponen menyatukan barisan menatap masa depan kehidupan umat yang lebih baik. by : mursal harahap S.Ag

Senin, 10 Mei 2010

Fadli Yasir : GP Ansor Sumut Netral dalam Pilkada

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Anshor Sumut H. Fadli Yassir, S.Ag menegaskan bahwa secara kelembagaan GP Ansor dalam setiap pelaksanaan pesta demokrasi seperti pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah, tetap mengambil sikap netral. Penegasan itu dikatakan Fadli Yasir kepada wartawan kemarin usai pelantikan pengurus PW GP Ansor Sumut masa khidmat 2010-2014, di Pondok Pesantren Raudatul Khasanan. Hadir pada pelantikan itu, Ketua pembinan PW GP Ansor Sumut H Syamsul Arifin Se yang juga Gubernur Sumatera Utara. Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun, Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Sumut H Fadly Nurzal, S.Ag, Ketua Tanfidzian Nahdhaltul Ulama (NU) Sumut Prof DR Pagar Hasibuan, Ketua DPD KNPI Sumut, IPNU Sumut dan undangan lainnya. Dijelaskan Fadli bahwa sikap netral itu bukan saja karena pengurus dan kader yang berkumpul GP Ansor memiliki pandangan dan sikap politik yang berbeda-beda. Tetapi GP Ansor bukanlah organisasi partai politik. Dalam rangka menyukseskan, kata Fadli tentu GP Ansor akan berperan, seperti memberikan informasi yang benar tentang memilih pemimpin. Karena itu, terkait hari H pemungutan saura di beberapa kabupaten yang melaksanakan Pilkada, GP Ansor mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilih sesuai hati nurani. “Masyarakat kita minta memilih pemimpin sesuai kata hati nurani. Tergiur iming-iming atau janji-janji yang bersifat memberi keuntungan sesaat. Sebab satu suara warga akan menentukan ansib daerah itu lima tahun mendatang,”ujar Fadli. Bukan Teroris Didampingin Wakil Sekteratis GP Ansor Sumut, Mursal Harahap, Fadli pada kesempatan itu juga menyampaikan keprihatinan stigma yang dilekatkan pada Pondok Pesantres sebagai sarangnya teroris. “Kita sedih dan prihatin stigma negative yang dialamat ke pondok pesantren sebagai sarangnya teroris, padahal pondok pesantren merupakan tempat menuntut ilmu sama dengan tempat pendidikan lainnya. GP Ansor sangat menolak stigma tersebut dan untuk itu perlu diberikan informasi yang benar kepada masyarakat,”ucapnya. Karena itu, lanjut Fadli ke depan, GP Ansor dalam program kerjanya akan melakukan metode pembinaan terhadap para remaja. Dimana titik ukur pembinaan dilakukan dari Pondok Pesantren. Generasi muda yang didik di Pesantren tidak hanya menimba ilmu agama, juga ilmu pengetahuan umum sebagai upaya menyiapkan santri menjadi pemimpin masa depan. Dijelaskan Fadli, saat ini banyak generasi muda pada yang melenceng dalam kepribadian, seperti kehidupan bebas, narkoba dan lainnya. Selama mereka didik di Pesantren mereka akan dibekali modal utama untuk kehidupan selanjutnya. Dengan bekal dan ilmu yang mereka miliki mampu mencegah adanya pengaruh budaya barat yang selama ini telah merusak jiwa generasi muda kita, sehingga peran anshor dibutuhkan untuk membawa perubahan pada generasi muda yang siap menghadapi adanya perubahan secara global, dengan adanya kemampuan dan intelektual maka bisa memanfaatkan teknologi tersebut untuk kesejahteraan umat manusia, ujarnya