MEDAN

Nasehat...

.“(Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas? Tidak ada yang dapat menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman. (An-Nahl:79") .“(menang dengan mengalah, itulah filsafat air dalam mengarungi kehidupan") .(Guru yang paling besar adalah pengalaman yang kita lewati dan rasakan sendiri) .(HIDUP INI MUDAH, BERSYUKURLAH AGAR LEBIH DIMUDAHKAN ALLAH SWT)

Bismillahirrahmanirrahim

"Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas? Tidak ada yang dapat menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman. (An-Nahl:79)

Selasa, 28 Februari 2012

FADLY NURZAL FOR GUBERNUR

Kini peminpin baru telah datang, pemimpin yang diharapkan membawa angin perubahan lebih baik untuk rakyat sumatera utara. Untuk itu, mari kita bergandeng tangan mengukuhkan kekuatan demi menyelamatakan kepentingan umat islam dan masyarakat secara keseluruhan. Pemimpin itu adalah H Fadly Nurzal, S.Ag, seorang sosok yang santun tapi tegas dan dekat dengan semua kalangan. Fadly Nurzal merupakan sosok yang memiliki kualitas dan pengalaman yang teruji untuk memimpin Sumatera Utara yang multi agama, etnis dan budaya. Sudah saat kita tunjukkan bahwa PPP dan Umat Islam mampu membawa kebaikan kepada masyarakat sumatera utara, amin......

Senin, 27 Februari 2012

120 Ulama dan Tokoh Di Sumut Gabung Ke PPP

Langkah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendekati ulama terus berlanjut. Sebanyak 120 tokoh dari 40 pondok pesantren yang terdiri atas ulama,ustaz 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara menyatakan bergabung dengan partai berlambang Kakbah tersebut. Pernyataan itu disampaikan di hadapan Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali saat pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VI PPP Sumatera Utara di Asrama Haji,Medan,kemarin. Deklarasi dukungan disaksikan Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz, Ketua DPP Hasrul Azwar, Emron Pangkapi, Ermalena, Wakil Sekjen Lukman Hasibuan, Khusnan Bey Fananie,Wakil Bendahara Reni Melinawati, dan Ketua DPW PPP Sumut Fadly Nurzal. Deklarasi dukungan disampaikan H Sukirman, pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hadi Tapanuli Tengah. “Kami berkomitmen bersama PPP untuk kepentingan umat Islam,” kata Sudirman disambut takbir dan aplaus ratusan kader PPP yang memadati aula Asrama Haji. Secara simbolis Suryadharma memasangkan rompi PPP kepada para tokoh yang bergabung. Ketua Panitia Muswil Yulizar P Lubis mengatakan,dukungan 120 tokoh Islam tersebut bersifat sukarela dan tanpa paksaan. Pihaknya mengaku terkejut dengan banyaknya tokoh yang kembali bergabung dengan PPP. “Kami takjub dan tak menyangka jumlahnya mencapai 120 orang.Kami yakin masih ada tokoh lain yang segera menyusul masuk PPP,” tuturnya. Ketua DPW PPP Fadly Nurzal menjelaskan, tokoh yang bergabung ke PPP tersebut ada yang berasal dari partai lain. Pihaknya berharap,bergabungnya para ulama tersebut semakin memperkuat PPP“Ada sejumlah tokoh PKB semisal H Usman Lubis yang ikut bergabung dengan PPP hari ini,” terang anggota DPRD Sumut tersebut. Sementara itu, Suryadharma Ali mengatakan, bergabungnya tokoh ulama tersebut menunjukkan bahwa PPP semakin dipercaya sebagai satu-satunya partai Islam. Menteri Agama ini mengaku setiap hari dan tidak bosan keluar masuk pondok pesantren untuk mengajak bergabung. “Istilahnya, kami mengemis kepada para ulama,tuan guru untuk kembali bergabung dengan PPP.Kami yakinkan juga kalau PPP tetap berkomitmen mengawal perjuangan Islam,” terang mantan Ketua Umum PB PMII ini. Suryadharma menegaskan, bergabungnya para ulama menjadi modal berharga bagi PPP untuk menghadapi Pemilu 2014. Pihaknya optimistis PPP bisa lolos parliamentary threshold(PT),bahkan menjadi salah satu kekuatan politik papan atas. “Kami harapkan siapa pun yang terpilih dalam muswil kali ini tetap memaksimalkan konsolidasi. Kami juga berharap muswil berjalan demokratis yang mengedepankan akhlakul karimah sebagai ciri khas PPP,”tutupnya. Suryadharma Ajak Kader Lakukan Perubahan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali mengajak kader partai berlambang Kakbah ini memanfaatkan forum Musyawarah Wilayah (Muswil) VI DPW PPP Sumut sebagai momentum konsolidasi dalam artian sesungguhnya. “Kompetisi boleh dan itu harus,tapi kompetisi harus sehat. Jangan sampai kompetisi yang tidak sehat,”katanya ketika membuka Muswil VI Dewan pengurus Wilayah (DPW) PPP Sumut di Asrama Haji Medan,kemarin. Menurut Menteri Agama Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid 2 ini,kompetisi yang tidak sehat akan melahirkan perpecahan di tubuh partai. Jika itu terjadi yang akan menanggung malu bukan siapa-siapa,tapi pengurus, anggota dan kader PPP. “Malu kita sama ulama yang telah menyatakan dukungan dan bergabung. Mereka ingin memperkuat Islam lewat PPP. Jika terjadi kompetisi tidak sehat, itu akan dikoyakkan oleh perdebatan internal,”tuturnya. Suryadharma berharap Muswil VI DPW PPP Sumut yang digelar di Asrama Haji Medan Jumat- Minggu (25-27/2) dan dihadiri 67 peserta, 800 penggembira serta dikawal 1.000 satuan tugas (satgas) pengamanan, akan melahirkan tokoh PPP yang bisa dihandalkan untuk memajukan partai di masa mendatang. Bagi dia, tidak masalah apakah tokoh yang lahir di muswil merupakan tokohtokoh yang lama,yang terpenting bisa membawa perubahan dan kemajuan di PPP Sumut. “Apakah tokoh lama atau baru tidak jadi soal.Tapi,kalau melihat tepuk tangannya, tokoh lama dengan kemasan baru,” ucapnya sambil bercanda. Dia melanjutkan, tentu dengan pengalaman yang bertambah yang sudah kenal asam, manis, pahit dan getirnya berjuang di PPP akan menjadi modal besar untuk mengembangkan partai ini menjadi partai Islam yang dapat mengabdikan diri bagi kepentingan umat dan pembangunan Sumut. Pada kesempatan itu, Suryadharma Ali kembali menegaskan, bahwa PPP tetap komit dan Istigomah menjadikan PPP sebagai partai yang berazaskan Islam. Untuk menjadikan PPP sebagai partai Islam terbesar di Indonesia, dia terus melakukan konsolidasi mulai dari tingkat bawah seperti desa, kecamatan, Kabupaten, provinsi hingga pusat. “Sebentar lagi kita akan muktamar. Kami terus berkonsolidasi. Karena itu, manfaatkan kesempatan muswil VI ini,”sebutnya. Dia mengajak seluruh pengurus, kader dan peserta muswil melakukan konsolidasi dalam arti sesungguhnya. Dia tidak ingin, konsolidasi hanya dimaknai sebatas proses pergantian kepimpinan, tapi tidak ada proses perubahan umat. Begitu juga tidak ada peneguhan perjuangan PPP yang berazaskan Islam. “Konsolidasi harus total dalam arti keseluruhan, yakni konsolidasi organisasi,kelembagaannya dan SDM-nya. Azas Islam harus menjadi komitmen bersama untuk memenangkan pemilu 2014,”tuturnya. Mantan Menteri UKM dan Koperasi ini optimistis suara PPP akan terdongkrak pada Pemilu 2014. Apalagi mulai bergabungnya kembali para ulama, tokoh agama, cerdik pandai, pemuda dan tokoh dari parpol lain yang bergabung ke PPP. “Ini momentum PPP untuk bangkit bersama-sama. Ini makin terlihat, para alim ulama, tokoh agama, parpol luar masuk ke PPP,”sebutnya. Tidak hanya itu, sebutnya, para ilmuwan, pemuda dan tokoh majelis berbondong-bondong bergabung ke PPP. Katanya,mereka sadar, PPP adalah parpol yang istigomah memegang Islam sebagai azas tunggal. Disebutkan Suryadharma, tidak hanya di Sumut para ulama kembali ke PPP, hal serupa terjadi di Jawa Timur, Jawa Tengah,dan Jawa Barat.Bahkan di Banten dan Jakarta bakal menyatakan kembali ke PPP. “Pantas PPP berada di garis ke depan memperjuangkan Islam menjaga umat dari masuknya pikiran sesat termasuk Ahmadiyah,” tegasnya. Dia juga mengajak kader PPP di garis terdepan melawan bentuk- bentuk kekerasan, sebab tidak ada kekerasan yang menguntungkan, justru merugikan. PPP harus dapat mencegah siapun untuk tidak melakukan kekerasan atas nama apa pun kepada siapa pun.“Jika kader PPP melihat ada keanehan di masyarakat, cepat lapor ke polisi biar ditangani, sehingga tidak meluas. Kita tak mau ada ketersinggungan yang menyebabkan sakit hati karena tidak tertutup kemungkinan akan menimbulkan gesekan sosial,” tandasnya. Ketua DPW PPP Sumut yang kini bertarung lagi dalam muswil, Fadly Nurzal juga optimistis PPP akan bangkit di Sumut.Apalagi adanya pernyataan sikap dukung para ulama masuk ke PPP. Masuknya para ulama ke PPP menegaskan, bahwa PPP benar-benar partai yang tetap istiqomah menjadikan Islam sebagai azas partai. Meski begitu, PPP tetap membuka diri untuk bekerja sama dengan partai lain dalam membangun Sumut. Fadly yang menyatakan, diri ingin bertarung kembali di Muswil VI PPP Sumut tersebut akan berupaya membangun PPP ke depan.Terlebih lagi jika dipercaya kembali memimpin partai berlambang Kakbah tersebut. Karenanya dia mohon dukungan semua pihak.

Sabtu, 25 Februari 2012

Pilgbsu 2013, Kaum Muda Vs Kaum Tua...?

Perhelatan akbar masyarakat Sumatera Utara tidak terasa kembali akan bergulir pada Maret 2013 mendatang. Meski masih tersisa waktu 1 tahun lebih, namun beberapa calon yang sudah melakukan berbagai sosialisasi diri. Berdasarkan informasi yang berkembang, diprediksi pada Pilgubsu nanti akan terjadi pertarungan kelompok muda dan kelompok tua. Lalu bagimana pendapat masyarakat kaum muda menyikapi hal itu. Berikut ini kami menurutkan beberapa pendapat dan pandangan tokoh-tokoh muda yang berhasil diwawancarai wartawan. Keberhasilan seorang pemimpin memang tidak sepenuhnya ditentukan faktor usia. Tetapi dalam UU No.12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemda disebutkan untuk menjadi calon gubernur/wakil gubernur harus berusia minimal 30 (tigapuluh) tahun sementara bagi calon bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota harus berusia minimal 25 (duapuluh lima) tahun (Pasal 58 huruf d). Berdasarkan amanah UU tersebut, sesungguhnya peluang kelompok muda untuk tampil menjadi pemimpin sangat besar. ”Aspek usia tidak menarik untuk diperdebatkan. Sebab sepanjang ketentuan UU sudah dipenuhi, ya sudahlah,” Sekretaris DPD KNPI Sumatera Utara Dedi Iskandar Batubara. Demikian juga jika dilihat dari aspek pengalaman, juga tidak terlalu penting, karena setiap orang memiliki pengalaman sendiri. Namun sejujurnya bila tren sekarang anak muda tampil menjadi pemimpin, itukan kultur yang baik bagi demokrasi dan pembangunan. Faktanya kata Dedi, saat ini Beberapa tokoh dan pemimpin partai sudah mulai meremaja. Jadi tidak eloklah kalau usia menjadi perdebatan apalagi jadi tolak ukur, layak atau tidak memimpin sebuah daerah. “Sepanjang ketentuan dan syarat bisa dipenuhi why not. Saya melihatnya begitu,”tegasnya. Lagipula sekarang ini secara potensi sumber daya manusia, anak-anak muda sekarang lebih cerdas, strata pendidikannya lebih baik. Pengalaman-memimpin kelembagaan organisasi sudah luas. Terlebih anak-anak muda sekarangkan lebih kreatif. Potensi itu dapat kita lihat pada beberapa figur tokoh muda yang ada saat ini. Seperti Fadly Nurzal yang sukses memimpin PPP Sumatera Utara. Sosok anak muda ini mempunyai potensi dan nilai yang baik di masyarakat. Sudah berpengalaman diparlemen. Sepanjang dia memimpin di PPP cukup baiklah dengan semangat anak mudanya. Sementara Gatot dan Gus Irawan juga masih tergolong muda. Namun lanjut Dedi, jika ditarik dari sisi kepentingan tentu generasi muda cenderung mendorong kelompok untuk maju memimpin Sumatera Utara dan itu wajar. Karena pemikiran yang sama juga terjadi pada kelompok tua yang merasa masih mampu bersaing dengan kelompok muda. ”Ya, kita lihat saja 2103, seperti apa konstalasi dan dinamika poitiknya seperti apa. Karena saya yakin, generasi muda yang sebagain besar pemilih pemula sudah cerdas memilih siapa sosok yang tepat meminpin Sumatera Utara ke depan,”ucapnya. Kolaborasi Tua Muda Aktivis pergerakan mahasiswa yang kini menjabat Ketua Satma PP Iqbal Hanafi, menilai tidak tepat dipertentangkan antara kaum tua dan kaum muda untuk memilih Sumatera Utara. Justru yang tepat, terjadi kolaborasi tua muda, sehingga diharapkan kepemimpinannya menjadi lebih komplit. ”Kolaborasi tua muda itu lebih tepat, mengingat Sumatera Utara merupakan daerah yang multi etnis, agama, suku dan budaya,”jelasnya kepada KPK Pos saat ditanya pandangan terkait pertarungan kaum muda dan kaum tua pada Pilgubsu 2013 mendatang. Dijelaskan Iqbal, antara kaum muda dan kaum tua sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi jika dua kelompok ini disinergikan, tentu kepemimpinannya akan semakin kuat. Benar kaum tua kaya pengalaman dan cenderung lambat dalam mengambil keputusan disebabkan faktor kehati-hatian serta banyak pertimbangan. Benar juga, kaum muda lebih enerjik, pekerja keras dan tegas dalam mengambil keputusan. Lagi pula, lanjut Iqbal, di tengah-tengah masyarakat ada yang belum bisa menerima anak muda menjadi kepala daerah, karena tidak punya pengalaman yang cukup. Lalu jika itu dikombinasikan dengan kelompok muda yang syarat pengalaman tentu semakin pas. ”Atinya anak-anak muda sekarangkan sudah diberikan peluang berpolitik, menjadi penguasa itukan peluangannya sangat besar sekali,”katanya. Ketika ditanya bagaimana dengan aspirasi dan perjuangan mahasiswa. Iqbal menyebutkan jika disinggung soal itu tentu generasi muda lebih memilih pemimpin dari kalangan kaum muda. Alasannya, karena pemimpin yang muda diyakini lebih memahami aspirasi dan keinginan serta perjuangan generasi muda. ”Apalagi bicara dunia pendidikan. Pastinya Satma PP berkeinginan tokoh muda yang peduli pendidikan memimpin Sumatera Utara ke depan. Dan kita sudah punya beberapa nama, tapi sekarang ini tidak etis disampaikan,”ucapnya. Sebelumnya Dedi Iskandar Barubara menyampaikan, sesungguhnya potensi kaum muda di Indonesia sangat luar biasa. Anehnya, parameter yang digunakan dalam melihat potensi pemuda hanya berdasarkan amatan di wilayah Jakarta. Padahal jika mau ril, potensi pemuda di luar Jakarta jauh lebih besar dan berkualitas. Indonesia inikan bukan Jakarta saja. Jadi batas toleransinya misalkan seperti teman-teman yang di KNPI. Kalau 30 tahun masih cenderung sangat muda. Saya 35 tahun tidak menjadi persoalan. Tapi kalau sudah 40 tahun itu sudah kelewat, sudah terlalu tua. Yang lebih tua pengalaman korupsinya juga lebih banyak. ”Makanya dikombinasilah, kalau Gubernurnya dari kalangan tua maka wakilnya dari anak muda dan sebaliknya. Tidak ada persoalan tua dan muda berkolaborasi. Tetapi harus yang clear yang menjadi gubernur jangan yang bermasalah, kalau yang bermasalah repot kita,” katanya. Disinggung soal kriteria, Iqbal dan Dedi cenderung sepakat bahwa gubenur dan wakil gubernur haruslah amanah, bermoral, pro rakyat dan komitmen nasionalismenya jelas. Track Recordnya Teruji Ketua PW Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Sumatera Utara, Jafaruddin Harahap, S.Pd, M.SI mengatakan dalam menentukan pemimpin tidak melihat persoalan usia. Usia tua dan muda memiliki pelunga yang sama untuk terpilih jadi pemimpin. ”Yang paling utama, pemimpin itu sudah harus terujui track recordnya atau rekam jejaknya,”kata Jafar ketika ditanya KPK Pos terkait kemungkinan terjadinya pertarungan kamu muda dan kaum tua pada Pilgubsu 2013 mendatang. Kita kata Jafar, jangan terlalu mempersoalkan masalah usia. Karena yang paling penting adalah seperti apa sosoknya, apakah bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Apakah akhlaknya baik dan apakah sosok tersebut amanah dalam memimpin. Kemudian dalam konteks Sumatera Utara yang dihuni banyak etnis, penganut agama dan suka dan budaya, apakah calon tersebut mampu mengakomodir pluralitas tersebut. ”Pada persoalan itu, maka kita harus cerdas memilih pemimpin. Namun pada persoalan itu, itu bukan menjadi barometer yang harus dipertimbangkan,” jelasnya. Jafar menjelaskan, dengan track record yang teruji, tentu diharapkan mampu membawa perubahan yang lebih baik di Sumatera Utara. Oleh karena itu, generasi muda Sumatera Utara harus benar-benar memperhatikan itu, jika kita semua menginginkan rakyat Sumatera Utara makmur dan sejahtera. Juga jangan menjadi pertimbangan serius apa latarbelakang para calon pemimpin. Karena latar bekalang itu akan sangat berbeda jika diaplikasikan dalam memimpin suatu daerah yang besar seperti Sumatera Utara. ”Intinya GMPI Sumut tidak mempersoalkan usia muda dan tua, yang penting visi misi dan track recordnya sudah diakui, itu lebih penting,”ucapnya. Meskipun, lanjut Jafar, bagi GMPI Sumatera Utara siapa calon yang akan di dukung sudah final berdasarkan hasil kesepakatan pada Musyawarah Kerja. ”Bagi GMPI, kandidat Geburnur yang akan didukung sepenuhnya adalah penasehat GMPI Sumatera Utara H Fadly Nurzal, S.Ag, dan keputusan ini sudah final,”tegasnya. Disebutkan Jafar, putusan tersebut dasarnya bukan usia. Tapi lebih dari itu, yakni track recodr teruji, berakhlak mulia, dikenal masyarakat Sumatera Utara. Kemudian figur Fadly Nurzal dengan kemampuan leadhersifnya diyakini mampu mengakomodir seluruh kepentingan masyarakat Sumatera Utara. ”Kemampuan itu sudah dibuktikannya ketika memimpin PPP Sumatera Utara, dimana kepengurusannya ada di 33 kabupaten/kota,”jelas Jafar. Terkait nama kandidat, sebelumnya Dedi Iskandar menyampaikan analisa sederhana dengan melihat kondisi ril yang ada saat ini. Menurutnya Plt Gubsu sekarang ini masih mampu bagus, tetapikan tidak mungkin ia sendiri yang mengelola provinsi ini. Sebagai calon incumbent, jika nanti Gatot maju kembali, saya melihat ia punya peluang. Faktornya ada dua, pertama sudah pernah menjadi pimpinan dan kedua punya partai PKS. Di banding sama calon-calon yang lain, potensinya sampai saat ini lebih besar. Namun Gatot dalam analisas saya, ia tidak punya power full di parlemen, karena memang PKS hanya memiliki beberapa kuris di DPRD Sumut. Gatot juga lemah dan terkesan tidak mampu membangun komunikasi yang baik dengan elit partai maupun parlemen. Sikap Gatot saat ini sangat tidak menguntungkan buat dia. Akan banyak kebijakan yang tidak mulus karena ada hambatan dari dewan. Gatot juga tidak supel berkomunikasi, pimpinan inikan harus bisa membangun komunikasi dengan semua pihak. Kesannya ia tidak berhasil melakukan itu. “Sampai saat ini yang pasti saya pribadi belum dukung siapa-siapa. Karena belum ada calon yang pasti, masih samar,”ujaranya. Terkait track record, Iqbal Hanafi juga punya catatan nama-nama yang layak memimpin Sumatera Utara. Di antarnya Rahmad Shah yang saat ini berkiprah di Palang Merah Indonesia (MPI). Di tangannya, PMI menunjukkan perubahan ke arah lebih baik dari sebelumnya. Lalu Gus Irawan, telah terbukti mampu membawa Bank Sumut dari posisi merugi menjadi mendapatkan laba yang sangat pantastis. Bahkan kini Gus Irawan dan Bank Sumut berpacu membangun kredit usaha kecil bagi masyarakat. Lalu Gatot Pujo Nugroho, sebagai Plt Gubsu, sedikit banyak telah memahami persoalan-persoalan yang dialami masyarakat Sumatera Utara. Ada lagi kata Iqbal, Fadly Nurzal yang sukses memimpin satup-satunya partai Islam yakni PPP. Dimana sebelumnya kondisi PPP kurang harmonis dan terkesan tidak terkoordinasi dengan baik. Di tangan Fadly Nurzal berubah menjadi partai yang solid dan boleh dikatakan sunyi dari persoalan-persoalan internal. ”Tokoh-tokoh ini masing-masing telah memiliki rekam jejak yang baik. So, selanjutnya tergantung pilihan masyarakat Sumatera Utara, siapa menurut penilaian masyarakat yang lebih baik,”ujarnya.

Fadly Nurzal : Islamlah yang Menyelamatkan Kaum Perempuan

Tokoh muda dan calon pemimpin Sumatera Utara H Fadly Nurzal, S.Ag mengatakan kehadiran Islam membawa perubahan siginifikan dalam kehidupan manusia. Mulai dari tatanan kehidupan sosial, ekonomi dan lainnya sebagainya. ”Rasulullah Saw merupakan tokoh yang mengangkat derajat kaum perempuan,”katanya saat memberikan sambutan pada acara Tabligh Akbar sekaligus peringatan maulid Nabi Muhammad Saw di Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kab. Deli Serdang, Jum’at (24/2). Sehingga dalam satu riwayat kata Fadly, yang juga ketua DPW PPP Sumatera Utara ini disebutkan, ketika sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad Saw siapa yang wajib dihormatinya, Nabi menjawab Ibu, dan itu disebutkan hingga tiga kali. Ini menunjukkan betapa Nabi Muhammad sebagai junjungan alam dan pembawa risalah agama Islam, sangat memperhatikan nasib kaum perempuan. Fadly sebagai tokoh muda yang banyak didorong umat Islam agar maju menjadi Calon Gubernur Sumatera Utara tahun 2013 nanti mengatakan, peranan kaum perempuan sangat strategis dalam membangun bangsa dan negara. Oleh karena itu, Fadly mengajak seluruh orangtua agar menjadi sahabat, guru dan teman bagi anak-anaknya. ”Mohonlah para ibu-ibu tidak saja menjadi orangtua, tapi juga menjadi teman curhat dan tempat bertanya para anak-anak kita,”himbaunya. Disaat orangtua tidak lagi menjadi teman bagi anak-anaknya, maka ia akan mencari tempat bertanya di luar orangtuanya. ”Jika tempat bertanyanya salah, maka dapat dipastikan tindakan dan perbuatan yang diambil anak-anak juga akan salah,”katanya sembari menjelaskan begitulah pentingnya peranan orangtua bagi anak-anaknya. Sementara itu, Ketua PAC PPP Kecamatan Percut Sei Tuan al-ustad Misnan Aljawi, SH mengatakan, PPP sebagai rumah besar umat tetap konsisten memperjuangkan aspirasi dan kepentingan umat Islam. Oleh karena itu ia mengajak seluruh jama’ah untuk bersama-sama membesarkan rumah besar umat Islam tersebut yakni Partai Persatuan Pembangunan. Pada kesempatan itu, Misnan juga mengingatkan jamaah terkait banyaknya propoganda yang menyudutkan partai Islam. Katanya, itu sengaja dilakukan agar umat Islam yang moyoritas di negari ini semakin hancur. ”Untuk itu saya mengajak seluruh umat islam untuk bersatu memperjuangkan dan membesarkan PPP sebagai rumah politik umat Islam,”ucapnya. Sebelumnya Koordinator Agama Islam PTPN-II Kebun Sampali Sahminan Tarigan juga mengingatkan arti pentingnya keberadaan orangtua bagi anak-anak, di tengah budaya masyarakat yang sudah banyak menyimpang. ”Kita jangan menyalahkan budaya dan jaman hanya karena kita tidak sanggup mendidik anak-anak kita,”ucapnya. Dibagian lain Kepala Desa Sampali mengajak seluruh jamaah untuk turut serta membantu pemerintahan menciptakan suasana kondusif. ”Apapun persoalan yang terjadi, jika kita hadapi secara bersama-sama, pasti bisa kita carikan solusinya,”ucapnya. Jama’ah tabligh akbar sangat beriterima kasih atas kunjungan H Fadly Nurzal yang juga Ketua Fraksi PPP DPRD Sumatera Utara. Mereka berharap ke depan para pemimpin Sumatera Utara dapat mencontoh apa yang dilakukan Fadly Nurzal, yakni banyak bersilaturrahmi ke masyarakat untuk mengetahui apa sebanarnya yang diharapkan dari para pemimpinnya. Acara dihadari ratusan jamaah, perwakilan PTPN –II Kebun Sampali, tokoh masyarakat dan al-ustad Misnan Aljawi yang sekaligus menyampaikan tausyiah.

Hati-hati, Politik Wani Piro

Agenda pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun 2013 nantinya, diprediksi akan banyak pemainan politik uang. Kondisi itu terjadi karena minimnya kader berkualitas yang dimiliki partai politik maupun dari kalangan birokrat dan swasta. “Apalagi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin saat ini sangat minim,”katanya pengamat politik Warjio SS MA, baru-baru ini di Medan. Menurutnya, periode kali ini, yang banyak bermain dan memiliki kans menang adalah calon-calon yang memiliki dana kuat. Istilahnya, saat ini adalah politik wani piro. Dimana parpol sebagai jembatan menjadi calon yang diakui undang-undang akan lebih memilih yang mempunyai dana terbesar. Meskipun masih ada jalur perseorangan yang bisa dilalui di luar parpol. Bila itu yang terjadi, maka akan terbuka lebar peluang bagi tokoh atau figur yang memiliki dana besar. Pada gilirannya ketika sudah memegang jabatan orang nomor wahid di Sumatera Utara, konsekwensi dari perjuangan tersebut ujung-ujungnya berdampak pada proyek-proyek yang akan diberikan calon Gubernur terpilih nanti kepada para pendukungnya.Pada kondisi seperti ini, masyarakat akan lebih apatis yang berdampak pada tingginya angka golput. Untuk itu, calon gubernur yang maju harus memiliki kemampuan dan integritas yang baik. Bukan hanya dari figurnya tapi juga orang yang berada dibelakangnya. Faktanya calon yang tidak berpartai harus membeli ’perahu politik’ agar dapat maju sebagai kandidat memperebutkan tahta gubernur. Calon yang hanya mengandalkan kekuatan pulus, bila menang akan berdampak negatif bagi perkembangan politik dan pembangunan. Warjio mengharapkan, parpol masih punya hati. Jangan mengedepankan politik wani piro. Tapi kedepankanlah integritas calon pemimpin agar dapat membawa Sumut lebih baik lagi ke depannya. Hal yang sama disampaikan akademisi Martin Simangungsong. Menurutnya, siapapun calon yang maju, janganlah melakukan politik uang. Tidak perduli dari kalangan mana. Bahkan di pendidikan pun korupsi makin tinggi karena banyak anggaran yang disalahgunakan. “Dari kalangan akademisi pun tidak menjamin. Jadi dari manapun kalangannya sah-sah saja mencalonkan, asalkan jangan melakukan politik uang,”ujarnya. Dalam pilgubsu mendatang, diharapkan regulasi diperketat. Komite pengawasan pemilu dipilih yang benar-benar terjamin independensinya dalam bekerja. Dengan kinerja yang benar, maka hasil akhirnya pasti bagus. Dekan III Nomensen ini pun mengaku baginya belum ada sosok yang diinginkannya. Karena baginya yang terpenting Pilgubsu nanti dilaksanakan dengan jujur, adil dan bermartabat. Kalau kita berbicara tentang pendidikan, kekayaan dan jabatan. Hampir dapat dipastikan semua calon yang akan mendaftar, memenuhi itu. Masalahnya, apakah mereka memiliki kejujuran atau tidak. Mungkin jika tolok ukurnya kejujuran, bisa jadi para calon-calon tersebut sudah gugur sebelum bertemput di Pilgubsu mendatang. Dibagian lain Bibie yang berwirausaha dibidang makanan ini, mengaku seluruh masyarakat mempunyai harapan yang sama. Kepingin pemimpin yang jujur dan membela kepentingan rakyat miskin. Faktanya kemiskinan di Sumut khususnya Medan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Menurut wanita 44 tahun ini, persyaratan menjadi pemimpin harus diubah. Pemimpin itu harus jujur dan tidak perlu pintar, karena dalam kepemimpinan yang terpenting memiliki hati nurani dan tanggungjawab di dunia maupun akhirat.

Senin, 06 Februari 2012

berbagi pendapat

Provinsi Sumatera Utara sering disebut-sebut sebagai miniaturnya Indonesia. Di Provinsi yang terletak di bagian barat Indonesia ini juga merupakansalah satu kekuatan perekonomian nasional.Sumatera Utara diketahui dihuni multi etnis, agama dan budaya dan hingga Mei 2010, jumlah penduduknya Provinsisebanyak 12.985.075 jiwa. Potensi luar biasa yang dimiliki Sumatera Utara, tentu harus dikelola secara baik demi kesejahteraan masyarakatnya. Untuk merealiasasikan hal tersebut, dibutuhkan pemimpin yang cerdas, adil, merakyat, energik dan teruji integritas serta moralitasnya (akhlak). Masyarakat sebagai pemegang hak suara, tentu harus jeli dan arif dalam mendelegasikan suaranya kepada pemimpin yang benar dan tepat. Seperti diketahui pesta demokrasi lima tahunan Maret 2013 akan bergulir. Beberapa kandidat yang akan berkompetisi datang dari berbagai latar belakang. Mulai dari Politisi, Pengusaha, TNI, dan Birokrat. Menurut anda, sosok dan figur seperti apa gubernur dan wakil gubernur yang anda harapkan untuk memimpin sumatera utara ke depan?.