MEDAN

Nasehat...

.“(Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas? Tidak ada yang dapat menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman. (An-Nahl:79") .“(menang dengan mengalah, itulah filsafat air dalam mengarungi kehidupan") .(Guru yang paling besar adalah pengalaman yang kita lewati dan rasakan sendiri) .(HIDUP INI MUDAH, BERSYUKURLAH AGAR LEBIH DIMUDAHKAN ALLAH SWT)

Bismillahirrahmanirrahim

"Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas? Tidak ada yang dapat menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman. (An-Nahl:79)

Rabu, 24 Oktober 2012

Hadapi Pilgubsu, Forum Ulama dan Ustadz Serukan Partai Islam Bersatu

Silaturrahmi - Ketua DPW PPP Sumut menerima silaturrahmi
 dari Forum Ulama dan Ustadz di sekretariat DPW PPP Sumut
Jl Raden Saleh No.11 Medan, Selasa (23/10)

Forum ulama dan ustad dari berbagai daerah menyerukan partai politik Islam di Summatera Utara agar bersatu untuk mengusung pasangan Islam-Islam. Seruan itu disampaikan menyikapi situasi dan perkembangan politik jelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2013 mendatang.
Kami meminta dan menyerukan partai-partai Islam agar bersatu, untuk mengamankan kepentingan ummat Islam di Summatera Utara. Pernyataan itu disampaikan Ahmad Muttaqin mewakili forum ustad dari berbagai daerah saat bersilaturrami dengan Pengurus DPW PPP Sumut, di Jalan Raden Saleh No.11 Medan.
Disebutkan ustad Ahmad Muttaqin, kami dari para ulama dan ustad yang sehari-hari bersentuhan dengan masyarakat, mengaku khawatir Summatera Utara akan dipimpin orang dari luar Islam, hanya diakibatkan para elit partai politik Islam tidak mau bersatu. Kekhawatiran itu muncul, melihat banyaknya tokoh-tokoh Islam yang akan maju pada pilgubsu mendatang.
”Oleh karena itu, kami meminta partai-partai Islam berkoalisi dan bersatu. Jika partai Islam sudah bersatu, maka itu akan diikuti ummat,”ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Ahmad Muttaqin juga menurut pengamatan para ulama dan ustad, tokoh Islam yang sangat cocok berpasangan untuk pilgubsu 2013 adalah H. Fadly Nurzal, S.Ag dan H. Gatot Pujo Nugroho, ST  yang saat ini menjabat sebagai Plt Gubsu. Namun, katanya, para ulama dan ustad tidak mencampuri, siapa yang menjadi Gubsu dan siapa yang menjadi Wakil. 
Dibagian lain, Ustad Muhammad Hajat juga mengingatkan agar para tokoh politisi Islam jangan mengedapankan ego. Bila memang ingin memperjuangkan kepentingan Islam, maka ego itu harus dihilangkan. ”Jangan sampai kita dipimpim oleh orang yang bukan dari kelompok kita. Bila hal itu jadi kenyataan, sama artinya para elit partai dan tokoh ummat Islam tidak sayang kepada ummat,”ucapnya.
Menanggapi seruan dan aspirasi para ulama dan ustad, Ketua DPW PPP Sumut H. Fadly Nurzal, S.Ag mengaku menyambut baik seruan dan aspirasi para ulama dan ustad tersebut. Sebab, kata Fadly, PPP lahir dari tangan ulama dan besar bersama-sama ummat, dan perlu diingat PPP adalah rumah besar ummat Islam.
Dijelaskan Fadly, secara ke-Partai-an dan dan pribadi, ia terus melakukan upaya dalam rangka mengkonsolidasikan kekuatan ummat Islam di Summatera Utara. Bahkan sejak Pilgubsu 2007 silam, upaya-upaya menyatukan kekuatan ummat Islam terus dilakukan.
”Apa yang dilakukan para ulama dan ustad ini, merupakan energi dan semangat baru pada PPP untuk menyatukan ummat Islam. Untuk itu, dorongan dan upaya ini harus ditularkan kepada partai, lembaga dan organisasi Islam lainnya,”harap Fadly.
Dilanjutkan Fadly, program-program yang dilaksanakan PPP selama ini seperti dakwah berbasis kelembagaan dan legislatif. Yang belum dilakukan PPP adalah dakwah melalui eksekutif atau pemerintahan. Ke depan, hal itu harus dilakukan agar kuantitas dan kualitasnya semakin baik. 
”Untuk mewujudkan harapan tersebut, PPP sebagai partai Islam tertua tentu sangat mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat. Khusus para ulama dan ustad sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan PPP di Indonesia dan Sumatera Utara,”ujarnya.
Hadir pada acara itu, Sekretaris DPW PPP Sumut Drs. H Yulizar P. Lubis, M.Psi, para pengurus PPP Sumut lainnya. Juga hadir ketua DPC PPP Kab. Deli Serdang, Kab. Serdang Bedagai, Langkat dan Kota Medan. Termasuk pengurus Himpunan Pelajar Mahasiswa Melayu (HPMM) Sumut dan pengurus Pilar Pemuda Remaja Islam (PPRI) Sumut, Himpunan Semua Suku (HSS) Sumut.(MH)

Senin, 23 Juli 2012

Jafaruddin: Fadly Nurzal Jadi Gubsu, Harga Mati Bagi GMPI



Ketua Pimpinan Wilayah Generasi Muda Pembangunan Indonesia (PW GMPI) Sumatera Utara, Jafaruddin Harahap, S.Pd, M.Si menegaskan, seluruh kader GMPI di Sumatera Utara wajib memperjuangkan kader terbaiknya H. Fadly Nurzal, S.Ag menjadi orang nomor satu (Gubsu) pada Pilgubsu 2013 mendatang.
“Fadly Nurzal jadi Gubsu pada Pilgubsu mendatang, merupakan harga mati bagi seluruh pengurus dan kader GMPI di Sumatera Utara,”tegas Jafar.
Penegasan itu disampaikannya pada acara penutupan Pelatihan Kader Wirausaha Muda sekaligus berbuka puasa bersama, kemarin di Sekretariat PW GMPI Sumut Jln. Raden Saleh No.11 Medan.
Lebih lanjut disampaikan Jafar, Fadly Nurzal merupakan sosok pemimpin muda yang telah teruji kapasitas dan kualitasnya. Untuk saat ini, Fadly Nurzal merupakan kader terbaik yang dimiliki PPP dan GMPI. “Sebagai mantan ketua PW GMPI Sumut 2005-2010 dan Ketua DPW PPP dua periode, kepiawaiannya memimpin sudah terbukti,”ucap Jafar.
Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi pengurus dan kader GMPI Sumut, untuk tidak bekerja keras, berkorban dengan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki untuk mengantark Fadly Nurzal menjadi Gubsu. “Komitmen itu merupakan harga mati,”tegasnya lagi.
Diungkapkan Jafar, figur Fadly Nurzal adalah seorang pemimpin kenal “Cerdas, Santun dan Bersahabat”. Selain itu, Fadly Nurzal sangat merakyat dan memiliki kepedulian yang tinggi kepada masyarakat. Ke depan sosok seperti ini sangat dibutuhkan dalam rangka mendorong percepatan pembangunan dan pengentasan kemiskinan. Atas dasar itupula, GMPI berkeyakinan, Fadly Nurzal  akan diterima dan didukung masyarakat pada Pilgubsu nanti.
Terkait pelatihan wirausaha muda, kata Jafar, ini merupakan langkah awal, dalam menyiapkan generasi muda yang mandiri dan mapan dalam hidup dan kehidupan. Untuk itu, Jafar berharap, pelatihan wirausaha muda ini dilanjutkan di tingkat Pimpinan Cabang hinggga Pimpinan Anak Cabang serta ranting.
Dengan demikian, seluruh kekuatan dan potensi yang dimiliki GMPI bergerak bersama-sama untuk memenangkan H Fadly Nurzal menjadi Gubsu. Termasuk bekerja dan berjuang untuk membesarkan PPP, karena memang GMPI merupakan bagian integral dari PPP. “GMPI itu dilahirkan PPP, karena itu seluruh gerak dan perjuangannya harus berdampak positif bagi PPP,”ucap Jafar.
Dibagian lain, Sekretaris PW GMPI Sumut candidat Doktor Zulham, S.HI, M.Hum menjelaskan pelatihan wirausaha muda ini merupakan program yang dirancang untuk menyiapkan pemuda yang sanggup menghadapi tantangan. Untuk itu, setelah di Medan, pelatihan dilanjutkan di Kota Tebing Tinggi dan Kota Pematang Siantar pada 28-29 Juli 2012.
“Selanjutnya dilaksanakan di Kabupaten Asahan dan Kota Tanjung Balai pada 4-5 Agustus 2012. Kemudian pada 11-12 di Kabupaten Mandailing Natal dan Kota Sibolga,”jelasnya.
Dijelaskan Zulham, selain melaksanakan pelatihan wirausaha muda, GMPI juga melaksanakan safari ramadhan. “Setelah pelatihan, lalu dilanjutkan program safari ramadhan,”ungkapnya.
Penutupan acara pelatihan wirausaha muda ini dihadiri para pengurus PW GMPI Sumut, di antaranya Bendahara Syahbudi SH, MAP, Rendy  Mandai, S.Pdi, Ayunda S. Sormi, S.Pdi, Rosmaida Nasution, S.Pd, Hendra S.Ei, MA, Nurbaiti SP, Ali Sakti Hamonangan Nst Amd dan senior GMPI Sumut Mursal Harahap, S.Ag

Sabtu, 14 Juli 2012

Perjuangkan Fadly Nurzal Jadi Gubsu ; GMPI Sumut Gelar Diklat Kewirausahaan Bagi Pemuda Islam

MEDAN – Ketua PW Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Sumatera Utara Jafaruddin Harahap, S.Pd, M.Si (foto) dalam rangka menyemarakkan bulan suci ramadhan, akan melaksanakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) Kewirausahaan bagi pemuda Islam.
Demikian disampaikan Jafaruddin kepada wartawan kemarin, di Sekretariat  PW GMPI Sumut, Jln Raden Saleh No. 11 Medan.
Didampingi Sekretaris PW GMPI Sumut, Cand Doktor Zulham, S.Hi, M.Hum, Jafaruddin menjelaskan diklat akan dilaksanakan selama bulan ramadhan. Diklat akan dilaksanakan di seluruh kabupaten kota se-Sumatera Utara.
”Guna efesiensi waktu dan maksimalisasi diklat, maka lokasi akan dibagi pada beberapa zona. Diklat perdana akan dilaksanakan di Kota Medan,”jelasnya.
Lebih lanjut Jafaruddin mengungkapkan, Diklat ini selain bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan dan wawasan bagi pemuda Islam. Juga dalam rangka merapatkan barisan kader-kader GMPI di seluruh wilayah Sumatera Utara dalam rangka memenangkan H Fadly Nurzal, S.Ag sebagai Gubernur Sumatera Utara periode 2013-2018.
”Fadly Nurzal merupakan salah satu kader terbaik produk GMPI Sumut. Karena itu, seluruh pengurus dan kader GMPI berkewajiban mengantarkannya menjadi orang nomor wahid di Sumatera Utara ini,”tegasnya.
Disebutkan Jafaruddin, GMPI sebagai bagian dari pemuda tentu memiliki tanggungjawab mempersiapkan pemuda yang berkualitas. Dengan demikian diharapkan, kehadiran pemuda di tengah-tengah masyarakat tidak menjadi momok, tapi justru pembawa perubahan ke arah yang lebih baik.
”Pemuda harus dipersiapkan jadi generasi penerus yang berkualitas, terutama yang bergabung dalam GMPI,”ucap Jafaruddin.
Dibagian lain, Sekretaris PW GMPI Sumut yang saat ini sedang menjalani studi Program Doktor di Universitas Indonesia, Zulham menyebutkan pada pelaksanaan perdana Diklat di Kota Medan, juga akan dirangkai dengan pelepasan tim safari ramadhan PW GMPI Sumut. Tim safari ramadhan ini akan bergerak ke seluruh kabupaten kota yang ada di Sumatera Utara.
”Seperti tahun-tahun lalu, PW GMPI tetap komitmen membina genarasi muda Islam lewat pelaksanaan safari ramadhan. Safari ramadhan merupakan agenda tetap PW GMPI Sumut setiap tahunnya,”ungkapnya.
Zulham menjelaskan, dari Diklat kewirausahaan bagi pemuda Islam ini, diharapkan akan lahir genarasi-generasi Islam yang mandiri dan tangguh secara ekonomi. Kita berharap, generasi muda Islam, tidak menjadi beban negara apalagi keluarga. Untuk itu, PW GMPI mempersiapkannya dari sisi pengetahuan dan wawasan berwirausaha.
”Paling tidak, diklat ini menjadi sumbangsih GMPI Sumut bagi negara dalam rangka pengentasan kemiskinan,”sebutnya. (MH)

Jumat, 01 Juni 2012

Bupati Asahan: Mari Dukung Fadly Nurzal Dengan Takbir


Cagubsu H. Fadly Nurzal saat memberikan ucapan selamat pada peserta  































































































































ASAHAN -  Bupati Kabupaten Asahan  Buya H. Taufan Gama Simatupang meminta para peserta Kemah Bersama (Kemasa) Kementerian Agama (Kemenag), tidak minder karena menuntut ilmu di Madrasah dan Pondok Pesantren (Ponpes). Sebab, kualitas pendidikan di madrasah dan Ponpos tidak kalah dengan pendidikan umum.
Itu disampaikannya saat menutup Kemasa yang diselenggarakan Kemenag Kabupaten Asahan, kemarin di Bumi Perkemahan Universitas Asahan (UNA). Acara itu diikuti peserta dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Ponpes se-Kab. Asahan.
Kebanggaan itu, menurut Buya Taufan, karena saat ini banyak pemimpin di negeri ini, dulunya pernah mengecap pendidikan di madrasah atau ponpes. Seperti Cagubus H Fadly Nurzal yang juga Ketua DPW PPP Sumut, adalah alumni Ponpes Darul Ulum Asahan.
”Fadly Nurzal adalah tokoh muda Islam yang kita percaya mampu memimpin Sumut ke depan. Untuk itu, sudah sepantasnya kitas sesama muslim memberikan dukungan dan memilihnya. Kalau di Asahan, Bupatinya anak pesantren, kita berharap Gubsu ke depan juga dipimpin anak pesantren yakni saudara kita H Fadly Nurzal,” Kata Buya Taufan sembari mengajak seluruh peserta Kemasa dan undangan menggemakan takbir, Allahu Akbar.
Pada kesempatan itu Buya Taufan mengatakan, Kemasa Madrasah dan Ponpes akan dijadikan agenda tahunan, dalam rangka membangun generasi muda mandiri, tangguh dan berakhlak mulia.
”Saya berjanji pada pelaksanaan Kemasa tahun depan, kita akan melaksanakan secara lebih baik,”ucapnya.  
Sementara itu, Penasehat BSPP Sumut H Fadly Nurzal, mengatakan sejarah bangsa ini tidak terlepas dari perjuangan para pimpinan ponpes. Oleh karena itu, siapa saja yang mengabaikan dan menyakiti pesantren, itu sama artinya mengkhianati jasa-jasa para pejuang kemerdekaan bangsa ini.
Fadly juga menyebutkan, pelaksanaan Kemasa yang sudah ditunggu sejak tahun 1997 ini, diharapkan mampu menjadi tonggak awal, bangkitnya kembali pramuka di lingkungan madrasah dan ponpes. Itu penting, mengingat pramuka adalah wadah untuk membentuk karakter tunas-tunas bangsa yang bisa mamahami filosofi dari pramuka itu sendiri.
”Wadah pramuka diharapkan melahirkan tunas-tunas bangsa yang akan menjadi tauladan yang baik di tengah-tengah masyarakat. Karena di pramuka didik kemandirian, silaturrahmi, persatuan dan kepedulian sosial. Bila itu dapat diaplikasikan dalam kehidupan di masyarakat, tentu akan berdampak positif bagi pembangunan bangsa dan negara,”katanya.
Dibagian lain ketua BSPP Sumut Yulizar P Lubis usai melantik pengurus BSPP Kab. Asahan meminta para pengurus melakukan kerja-kerja yang bermanfaat bagi peningkatkan ponpes. Yulizar juga menghimbau pengurus BSPP mendukung visi misi Bupati menciptakan Asahan menjadi daerah religius.
”Termasuk menggerakkan roda organisasi mendukung pencalonan Penasehat BSPP Sumut H Fadly Nurzal menjadi Gubsu merupakan salah satu amanah yang harus dilaksanakan,”ucapnya.
Acara penutupan Kemasa ini dihadiri Penasehat Badan Silaturrahmi Pondok Pesantren (BSSP) Sumut H. Fadly Nurzal yang juga Cagubsu 2013-2018, Ketua BSPP H. Yulizar P Lubis, Sekretaris BSPP Sumut, Muspida, Rektor UNA, Kapolres, Dandim, Ketua dan pengurus DPC PPP Asahan serta undangan lainnya. Juga tampak hadir Anggota DPRD Sumut dari FPPP H Bustami HS, Anggota DPRD Asahan dari FPPP, pengurus DPW PPP Sumut Faisal Hutabarat, M Soleh Tanjung, Mursal Harahap dan undangan lainnya. (***)


Jumat, 04 Mei 2012

Walikota Tebing Tinggi: Fadly Nurzal Diharapkan Pimpin Sumut


Walikota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengakui, selama ini Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah banyak membantu warga dan pembangunan Kota Tebing Tinggi.
”Tidak bermaksud menafikan yang lain, secara jujur kita harus akui, PPP telah banyak membantu warga dan pembangunan Kota Tebing Tinggi,”kata Walikota.
Pernyataan itu disampaikan Umar Zunaidi saat menghadiri pelaksanaan reses anggota DPR RI Drs H Hasrul Azwar MM di Kota Tebing Tinggi kemarin. Selain dihadiri tokoh masyarakat, tokoh pendidikan dan kelompok pengajian dan para ustadz. Acara itu juga dihadiri ketua DPW PPP Sumut H Fadly Nurzal, Sekretasi H Yulizar P Lubis, Nuzirwa B Lubis, H Hosen Hutagalung, Agus Marwan, Muhammad Soleh Tanjung dan keluarga besar PPP Kota Tebing Tinggi.
Disebutkan Umar, di antara bantuan pembangunan yang diperjuangkan PPP dialokasikan untuk Rumah Sakit Kumpulan Pane. Kemudian pembangunan pengatur debit air di Sungai Padang dan banyak lagi. Oleh karena itu, kata Umar, masyarakat harus jeli memilih pemimpin dan wakilnya.
Sebenarnya kita tidak mengharapkan pemimpin dan wakil, ingat pada masyarakat hanya pada saat membutuhkan dukungan dan suara masyarakat. Namun sosok Fadly Nurzal yang kita harapkan memimpin Sumut pada periode berikutnya, telah membuktikan bahwa ia turun ke masyarakat bukan hanya jelang pemilu legislatif. 
Bahkan kata Umar, Fadly Nurzal telah berjasa meredakan ketegangan antara masyarakat Tebing dan Sergai, terkait bendungan Sungai Padang. ”Untuk, pantas dan layak kita dukung sosok Fadly Nurzal sebagai pemimpin Sumut masa depan,”ucapnya.
Sementara itu, H Fadly Nurzal ketua DPW PPP Sumut yang juga anggota DPRD Sumut dapil Sergai-Tebing Tinggi, mengatakan wakil rakyat turun untuk mendapatkan aspirasi dan masukan pembangunan dari masyarakat.
”Dengan bertemu masyarakat, maka anggota DPRD memiliki data dan informasi tentang apa yang harus diperjuangkannya. Jika ada wakil rakyat tidak pernah turun ke masyarakat lalu mengatakan berjuang untuk rakyat, itu hanya asbun atau asal bunyi,”jelas Fadly yang telah diputuskan menjadi calon Gubsu 2013-2018.
Sebelumnya Ketua DPC PPP Kota Tebing Tinggi ustazd Mhd. Syahbudin Abduh Hasibuan, S.HI, mengatakan pihaknya akan terus bekerja keras bersama-sama para ulama dan umat untuk membesarkan PPP di Kota Lemang tersebut.
”Kami tidak akan lelah dan berhenti mengetuk hati umat Islam agar bersama-sama membesarkan PPP. Sampai saat ini PPP masih tetap eksis murni karena masih mendapat dukungan dari umat Islam,”katanya.
Dibagian lain, Ketua FPPP DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum DPP PPP H Hasrul Azwar pada kesempatan itu menyampaikan perubahan undang-undang pemilu tahun 2014. Katanya ada tiga point yang mendasar pada UU pemilu yang baru yakni, parlementary treshold (PT) adalah 3,5 persen. Ini artinya, sebuah partai politik bisa mengikuti pembagian kursi, jika partainya bisa meloloskan minimal 20 ke DPR RI.
Berdasarkan pengalaman 2009 lalu, dari sekian banyak partai peserta pemilu, hanya 9 partai yang mendapatkan kursi di DPR RI. Karena itu, kita harus bekerja keras dan merangkul seluruh kekuatan umat Islam, agar PPP sebagai rumah besar umat Islam tetap eksis.
”Jangan sampai pada 2014 mendatang, PPP tinggal kenangan,”kata Hasrul mengingatkan. (***)

Kamis, 03 Mei 2012

Fadly Nurzal Ajak Guru dan Siswa Cintai Pendidikan


Ketua DPW PPP Sumatera Utara H Fadly Nurzal, S.Ag mengajal seluruh guru dan siswa untuk mencintai pendidikan. Dengan mencintai pendidikan, ke depan diharapkan akan lahir generasi yang berkualitas.
”Kita semua harus mencintai pendidikan, sehingga ke depan bangsa ini dipimpin orang-orang yang mampu memahami persoalan bangsa ini serta mampu mencarikan solusinya,”ucap pada Fadly Nurzal saat memberikan sambutan pada pelaksanaan reses anggota DPR RI Drs H Hasrul Azwar di Kecamatan Perbangunan, Kab Serdang Bedang, kemarin.
Fadly pada kesempatan itu memotivasi siswa yang hadir dengan menceritakan seorang anak di Amerika Sering. Anak yang masih berusia belasan tahun itu, saat ini telah memiliki uang ratusan dollar. Ternyata anak itu memiliki uang begitu banyak, karena ia kreatif dan mencintai pekerjaan yang digelutinya.
”Inilah contoh jika kita mencintai pekerjaan yang kita geluti akan membuahkan hasilnya yang memuaskan. Sama seperti adik-adik siswa, jika mencintai pendidikan dan fokus tentu akan memberikan hasil yang maksimal,”jelas Fadly yang saat ini menjadi calon Gubsu untuk periode 2013-2018.
Sementara itu Ketua DPC PPP Kab Sergai H Usman Effendi Sitorus, S.Ag pada acara reses itu menitipkan sejumlah aspirasi warga Sergai Kepada anggota DPR RI dari PPP yakni Hasrul Azwar. Di antaranya, Usman menitipkan nasib para kepala desa sebagai ujung tombak pemerintah yang saat ini masih memprihatinkan.
”Di DPRD Sergai, kami sudah berjuang agar ada alokasi anggaran untuk kesejahteraan para kepala desa,”terang Usman.
Usman juga menitipkan nasib P3NTR dan perlindungan hukum kepada para pendidik. Saat ini kata Usman, para pendidik terkesan mudah dibawa ke ranah hukum, hanya karena memberi hukuman bagi siswa.
”Nasib guru saat ini seperti buah simala kama, jika murid dibiarkan maka tujuan pendidikan tidak akan berhasil. Namun disisi lain, guru rentan diadukan ke aparat hukum jika menghukum siswa yang tidak disiplin,”katanya.
Menyikapi aspirasi tersebut, Hasrul Azwar menyampaikan, saat ini DPR RI sedang menggodok Rencana Undang-Undang (RUU) Pemerintahan Desa. Oleh karena itu, Hasrul meminta usulan-usulan dari para kepala desa untuk dimasukkan dalam RUU tersebut.
”Sebagai ketua FPPP DPR RI, saya berjanji akan memperjuangkan usulan tersebut ditampung dalam RUU Pemerintahan desa tersebut,”tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Komisi VIII DPR RI juga sedang menggogok RUU Jaminan Produk Halal (JPH). Undang-undang ini, kata Hasrul, nantinya diharapkan memberikan kenyamanan bagi umat Islam mengonsumsi berbagai produk yang ada di pasar.
”Saat ini, kita tidak tahu apakan produk-produk yang kita beli, terjamin kehalalannya. Mulai dari bahan, proses hingga dipasarkan untuk dikomsumsi,”terang Hasrul sembari menegaskan ia dan PPP sangat konsen terhadap pendidikan Islam. Pengelolaan pendidikan sebagian besar dikelola oleh masyarakat termasuk pendidikan Islam. Karena itu kita sangat konsen mendukung pendidikan Islam sebagai basis utama menciptakan generasi yang berilmu, beriman dan bertaqwa.
Acara itu juga dihadiri ketua DPW PPP Sumut H Fadly Nurzal, Sekretasi H Yulizar P Lubis, Nuzirwa B Lubis, H Hosen Hutagalung, Agus Marwan, Muhammad Soleh Tanjung dan keluarga besar PPP Sergai. (***)

Fadly Nurzal: Pendidikan Pilar Utama Pembangunan


Hakikat pembangunan adalah suatu upaya mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik, mencerdaskan kehidupan rakyat, menciptakan kesejahteraan umum dan mensejahterakan rakyat. Oleh karena itu, bidang pendidikan harus menjadi perhatian utama bagi seluruh pemangku kepentingan bangsa dan negara ini.
”Pendidikan merupakan pilar utama pembangunan,” tegas Ketua DPW PPP Sumut H. Fadly Nurzal, S.Ag saat memberikan sambutan pada acara perpisahan siswa SD Islam, MDA, SMP Islam, Mts dan Madrasah Aliyah Yayasan Pendidikan Al Manar tahun pelajaran 2011/2012, di Desa Kelambir Kec. Hamparan Perak Deli Serdang, Kamis Kemarin.
Argumentasi pendidikan sebagai pilar utama pembangunan kata Fadly, adalah karena keberhasilan suatu bangsa dalam melakukan pembangunan, sangat ditentukan oleh tingkat pendidikan masyarakat di negara tersebut. Justru karena pendidikan merupakan soktor yang sangat penting, maka pemerintah menentapkan pendidikan sebagai salah satu prioritas agenda pembangunan nasional. 
Kata Fadly, mari kita berkaca ketika dunia dilanda krisis monetor tahun 1998 silam. Beberapa negara yang memiliki basis pendidikan yang kuat dan berkualitas, proses recovery perekonomian di negara tersebut berlangsung dengan cepat. Seperti yang dilakukan, Thailand, Vietnam dan termasuk negara tetangga Malaysia.
Argumentasi lain yang dapat diketengahkan sebagai sebuah pelajaran berharga bagi para pemimpin bangsa ini adalah, 10 atau 15 tahun lalu, orang-orang Indonesia merupakan tenaga pengajar di negara Malaysia. Termasuk, tidak sedikit orang-orang Malaysia yang menimba ilmu di Indonesia. Namaun faktanya sekarang, malah orang-orang Indonesia yang banyak belajar dan menimba ilmu ke Malaysia.
”Ini merupakan bukti konkrit, bahwa pendidikan merupakan pilar utama pembangunan. Artinya jika tingkat pendidikannya baik, maka perekonomiannya juga akan baik,”jelas Fadly Nurzal yang saat ini telah ditetapkan PPP sebagai calon Gubsu pada pilgubsu 2013.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Manar H. Ibnu Hajar BA mengatakan pola pendidikan yang terapkan di sekolah ini merupakan kolaborasi antara ilmu umum dan ilmu agama. Artinya, digunakan kurikulum pendidikan nasional dan pendidikan agama Islam dalam proses belajar mengajar. Menurut Ibnu Hajar, dua pola pendidikan itu sangat penting diajarkan kepada seluruh anak didik yang menimba ilmu di sekolah Yayasan Pendidikan Al-Manar.
”Seperti ajaran Islam, ada keseimbangan antara kepentingan kehidupan di dunia dan akhirat,”katanya.
Ketika ditanya pendapatnya tentang sosok Cagubsu yang didukung PPP. Ibnu Hajar mengatakan H Fadly Nurzal, S.Ag, figur kaum muda yang dapat dipercaya. Sifanya sopan, memiliki kecerdasan, santun dan bersahabat. Itu merupakan nilai plus yang dimilikinya.
”Biar langit biru, padi menguning, tapi warna Yayasan Pendidikan Al-Manar adalah hijau,”katanya mengungkapkan gambaran doa dan dukungannya kepada PPP dan Fadly Nurzal. (adm)

DISAMBUT – Ketua DPW PPP Sumatera Utara yang juga Calon Gubsu 2013-2018 H Fadly Nurzal, S.Ag tampak disambut para siswa Yayasan Pendidikan Al-Manar pada acara perpisahan siswa SD/MDA Islam, SMP/Mts Islam dan Madrasah Aliyah di sekolah tersebut.

Selasa, 24 April 2012

Kisah di Masjid

"Siapa nama mu...? tanya H. Fadly Nurzal saat bertemu tiga org anak di sebuah masjid di Tj Pura Langkat, lalu salah satu dari tiga anak itu, menjawab : "Nama saya Fadly Pak"." Akh.. ternyata nama kita sama". itu sepenggal percakapan antara tiga org anak dengan H Fadly Nurzal dan J Yulizar P. Lubis.

Fadly Nurzal: Jemput Aspirasi Umat Lewat PPP Mengabdi


LANGKAT – Pengurus dan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) jangan hanya sibuk pada ritual kegiatan kepartaian saja, akan tetapi harus turun ke masyarakat untuk menjemput aspirasi. ”Saya perintah seluruh pengurus dan kader PPP untuk aktip menjemput aspirasi, jangan hanya larut dalam turinitas kepartaian,” tegas Ketua DPW PPP Sumut H Fadly Nurzal, S.Ag.
Penegasan itu disampaikan Fadly Nurzal, pada acara tabligh akbar dan silaturrahmi PPP dengan masyarakat Pematang Serai Kec. Tanjung Pura Kabupaten Langkat sebagai rangkai dari program PPP mengabdi, di Desa Pematang Serai.
Acara itu dihadiri sekitar lima ratus warga, tokoh masyarakat, alim ulama, tokoh pemuda dan keluarga besar DPC PPP Langkat. Juga hadir para pengurus PPP di antaranya Yulizar P Lubis, Abdul Rahim Gea, DTM H Abul Hasan Maturidi, Drs H Hosen Hutagalung, H Bustami HS, Nuzirwan Lubis, Aswan Jaya, Andi Jaya Matondang, Muhammad Soleh Tanjung, Darwin Marpaung, Jon Masren, Jonson Sihaloho, Faisal Hutabarat, Ketua DPC Langkat Nurul Azhar Lubis, Ketua DPC PPP Kota Binjai, dan  lainnya.
Pada kesempatan itu, Fadly mengingatkan bahwa PPP dilahirkan ulama dan besar bersama umat Islam. Untuk itu tidak ada alasan pengurus dan kader PPP, berjarak dengan ulama dan umat Islam. ”Kita jangan pernah lupa darimana kita dilahirkan dan siapa yang membesarkan kita,”ucapnya.
Sebagai pengurus partai Islam, amanah ini harus dijalankan dengan baik. Caranya, pengurus dan terkhusus anggota DPRD provinsi dan Kabupaten Kota  dari PPP harus turun langsung ke grassroot untuk menjemput aspirasi. Seperti aspirasi masyarakat Desa Pematang Serai yang 90 persen berpenghasilan dari sektor pertanian dari perikanan, ini harus kita perjuangankan.
”Aspirasi yang diperoleh dari masyarakat itulah yang kita perjuangankan di dewan. Saya ingatkan, jika APBD Provinsi Sumut ke depan tidak berpihak kepada masyarakat patani dan masyarakat nelayan, komisi yang membidangi kedua sektor harus menolaknya,”tegas Fadly.
Dijelaskan Fadly, program PPP mengabdi diluncurkan bagian dari upaya menjemput aspirasi umat Islam. PPP mengabdi sama dengan Kuliah Kerja Nyata yang wajib dilalui para mahasiswa. Dalam PPP mengabdi ini, pengurus dan keder berada di tengah-tengah masyarakat melakukan berbagai kegiatan dalam kurun waktu tertentu.
”Dengan pola ini, pengurus PPP akan merasakan apa yang dirasakan masyarakat,”ucap Fadly.   
Sebelumnya, Ketua DPC PPP Langkat Nurul Azhar Lubis mengajak umat Islam untuk membesarkan PPP sebagai satu-satunya partai Islam. Selama ini kata Nurul, bangsa ini telah mencoba berbagai cara untuk mensejahterakan rakyat, ternyata semua gagal. Namun bangsa ini belum pernah mencoba pola dan metode Islam, dan ke depan itu harus kita lakukan.
”Ada kekhawatiran beberapa pihak, jika PPP besar maka Islam akan besar. Untuk itu sedapat mungkin PPP harus ditekan agar tidak menjadi besar. Padahal penghuni bangsa ini mayoritas umat Islam,”ujarnya.
Nurul Azhar pada kesempatan itu menyampaikan H Fadly Nurzal S.Ag  telah diputuskan menjadi Calon Gubsu pada pilkada 2013 mendatang. Fadly yang merupakan anak pantai harus kita dukung dan menangkan pada pilgubsu mendatang. ”Baru saat ini ada tokoh muda Islam, dicalonkan partai Islam dan merupakan anak pantai menjadi Calon Gubsu. Sudah saat Sumut dipimpin anak pantai,”jelasnya.
Sebelumnya Kepala Desa Pematang Serai Rahmadsyah mengucapkan terima kasih kepada PPP yang telah memilih Desa Pematang Serai sebagai tempat mengabdi. Menurutnya program PPP mengabdi sangat bermanfaat bagi masyarakat

Fadly Nurzal: Butuh Perjuangan Siapkan Generasi Qur’ani

LANGKAT - Membentuk generasi Qur’ani tidak semudah mengucapkannya, dibutuhkan kerja keras, kemauan dan perjuangan serius. Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi program tahfiz qur’an yang dilaksanakan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Tanjung Pura, yang mewajibkan anak didiknya mampu menghafal al-Qur’an. Demikian disampaikan Calon Gubsu H Fadly Nurzal, S.Ag saat bersilaturrahmi dengan siswa/i MAN 2 Tanjung Pura, kemarin. Fadly pada silaturrahmi itu didampingi sejumlah pengurus DPW PPP Sumut, di antaranya Yulizar P Lubis, Nuzirwan Lubis, Aswan Jaya, Jon Masren, Jonsos Sihaloho. Juga ketua DPC PPP Langkat Nurul Azhar Lubis serta para guru MAN 2 Tanjung Pura. Pada kesempatan itu Fadly menyebutkan, agar bisa menghafal al-Qur’an, perlu konsentrasi penuh, termasuk harus memiliki kemauan dan kemampuan membaca al-Qur’an. Karena itu pula, orang-orang yang hafiz Qur’an mendapat keutamaan di sisi Allah SWT. ” Saat adik-adik mengabil keputusan untuk ikut dalam program tahfiz Qur’an, itu aritnya memutuskan hubungan dengan hal-hal yang bersifat duniawi, dan itu bukan sesuatu yang mudah,”ucapnya. Saya dan Yulizar yang sama-sama anak pondok pesantren, kata Fadly, belum mampu melakukan itu. Meskipun ketika itu kami berada di pondok pesantren. Oleh karena itu, saya sangat berharap adik-adik tetap bertahan mengikuti program ini. ”Selamatkan diri kita dengan tetap berada di jalan Allah Swt,”imbuhnya. Disebutkan Fadly, di era kemajuan teknologi dan informasi saat sekarang ini, kita dan khususnya generasi muda diserang dari segala sisi kehidupan. Jika kemajuan dan derasnya informasi itu tidak diimbangi dengan kekuatan keimanan, maka bukan tidak mungkin generasi muda akan terjebak dan terjerumus pada hal-hal yang dilarang agama Islam. Untuk itu, kita memang butuh benteng yang kuat untuk bertahan dari gempuran arus globalisasi, informasid an teknologi. Kalau itu tidak dimiliki, maka kemungkinan besar, kita akan tergerus dan tergilas perkembangan dan kemajuan jaman. ”Salah satu benteng itu adalah dengan menciptakan generasi muda qur’ani. Artinya generasi yang tetap kekeh mempertahankan dan melaksanakan nilai dan ajaran Islam dalam mengarungi kehidupan di dunia ini,”ujar Fadly yang juga Ketua DPW PPP Sumut. Sebelumnya para guru MAN 2 Tanjung Pura menyampaikan, program tahfiz qur’an merupakan program yang dimasukkan di bidang esktra kurikuler (eskul). Dijelaskan, bahwa siswa MAN 2 kelas 10 harus bisa menghafal 1 juz al-Quran, kelas 11 sebanyak 2 juz dan kelas 12 harus hafal 3-5 juz al- Qur’an. Pada akhir pertemuan, Fadly Nurzal memberikan sumbangan kepada para siswa/i sebagai bentuk apresisasi dan motivasi untuk tetap bertahan mengikuti program tahfiz al-Qur’an. Selain itu Fadly juga menyebutkan, PPP sebagai satu-satunya partai Islam juga memiliki program ”Maghrib Mengaji”.

Fadly Nurzal: Sepakbola adalah Wadah Silaturrahmi dan Perekat Persatuan

Calon Gubernur Sumatera Utara H Fadly Nurzal, S.Ag mengatakan olahraga merupakan satu bentuk permainan yang membutuhkan kekompakan dan kebersamaan antara pemain. Seperti olahraga sepakbola, kekompakan dan kebersamaan mutlak untuk membentuk tim yang solid. Hal itu dikatakan Fadly Nurzal saat membuat turnamen Futsal ‘Bravo Cup’ kemarin di Lapangan Futsal Jalan Setia Budi Helvetia Medan. Disebutkan Fadly, dalam olahraga seluruh pemain dituntut menjunjung tinggi fair fly, atau sportifitas. Jika itu didekatkan dalam hubungan social dan kemasyarakatan, sportifitas dalam kehidupan juga sangat dibutuhkan. Karena memang dalam kehidupan ini, kita semua memiliki peran berbeda-beda. ”El Clasico antara Barca Vs Madrid memberi beberapa pelajaran berharga, yakni para pemain berperan aktif di posisi masing-masing. Kemudian meskipun permainan agak keras mengingat rivalitas kedua club, namun usai pertandingan pemain Barca dan Madrid saling menyapa dalam kebersamaan,”ungkap Fadly. Fadly Nurzal yang juga ketua DPW PPP Sumut juga menyebutkan sepakbola telah mengajari kita untuk saling menghormati, atas perbedaan dan keragaman yang kita miliki. Oleh karena itu dalam aturan yang dibuat FIFA, dalam sepakbola rasisme itu sangat diharamkan. Lalu kata Fadly, jika dikaitkan dengan demokrasi, sepakbola menumbuhkan partisipasi aktif seluruh unsur atau dalam istilah demokrasi dikenal dengan meritokrasi. Oleh karena itu, dalam membangun bangsa dan negara termasuk di dalamnya generasi muda dibutuhkan partisipasi semua pihak untuk mewujudkannya. Pada kesempatan itu, Fadly Nurzal didampingi Sekretaris DPW PPP Sumut H Drs Yulizar P Lubis dan pengurus PPP yang lain yakni Nuzirwan Lubis, Jonh Masren, Jonson Sohaloho, al-Ustad Damri Tambunan, membuka pertandingan Futsal Bravo Cup dengan melakukan tendangan pertama. KompetisiFutsal Bravo Cup, memperebutkan tropy bergilir H. Fadly Nurzal, S.Ag dan tropy bergilir Yulizar P Lubis. Dalam pertandingan ini selain tropy panitia juga menyiapkan hadian uang untuk pembinaan.

Rabu, 18 April 2012

H. Fadly Nurzal: Perempuan Adalah Penentu Moral Bangsa

Calon Gubernur Sumatera Utara H. Fadly Nurzal, S.Ag menyebutkan peranan perempuan dalam sebuah keluarga sangat penting dan strategis. Untuk itu, di era globalisasi dan tekhnologi informasi saat ini, kaum perempuan harus memahami posisinya, baik sebagai istri maupun sebagai ibu. “Perempuan adalah penentu moral bangsa,”tegas H Fadly Nurzal, S.Ag saat memberikan tausyiah pada tabligh akbar yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muslimat Al-Washilyah Kota Medan, di Masjid Al-Abror Kelurahan Titi Papan Kecamatan Medan Deli. Lebih lanjut Fadly menyebutkan, untuk membangun sebuah bangsa yang kuat harus diawali dari pembangunan keluarga yang kuat pula. Dalam posisi ini, harmonisasi suami istri atau ayah dan ibu harus mampu menunjukkan sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Sebab, lanjut Fadly, apapun tampilan yang disajikan ibu dan ayah dalam sebuah keluarga akan menjadi ikutan bagi anak-anaknya. Apalagi di era sekarang ini, dimana jarak semakin sempit, di tengah kepungan derasnya arus informasi.”Begitulah urgensi posisi dan peranan orangtua bagi anak-anaknya,”katanya. Menurut Fadly, masa depan generasi muda ke depan sangat ditentukan bagaimana peranan dan andil kelurga membentuk karakter dan sifat anggota keluarganya. Jika keluarga mampu membentuk karakter yang baik baik, ke depan dapat dipastikan generasi muda akan lebih baik. ”Jika kita ingin menciptakan generasi muda yang tangguh, berilmu, beriman dan bertaqwa, maka dari sekarang kita harus memberikan teladan yang baik pula. Jika tidak maka sesungguhnya kita sebagai orangtua ikut berperan menciptakan generasi yang tidak baik,”ucapnya. Sebelumnya Ketua PD Muslimat Al-Washliyah Kota Medan Hj Wardati Nasution, menyampaikan kegiatan tabligh akbar Muslimat Al-Wahsliyah akan menjadi agenda rutin. Selain bagian dari program yang sudah ditetapkan, juga dalam rangka meningkatkan ukhuwah islam. Ustadz tabligh akbar kita kali ini kata Hj Wardati, adalah tokoh kamu muda yang memiliki misi untuk mempersatukan umat Islam di Sumatera Utara. Saat ini H Fadly Nurzal, S.Ag adalah Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Utara. ”Kita pantas berbangga, sosok H Fadly Nurzal, S.Ag dicalon menjadi Gubernur Sumatera Utara, apalagi ia merupakan salah satu unsur penasehat PW Al-Washliyah Sumut. Hal lain yang membuat kita bangga adalah, sangat banyak kader-kader Al-Washliyah berkiprah di PPP, seperti saya,”kata Hj Wardarti. Hj Wardati kembali mengaskan bahwa PPP dan Al-Washliyah sama ingin mempersatukan dan membina umat ke arah yang lebih baik. Karena itu, kita juga sumua harus berkontribusi dalam upaya menyatukan dan membina umat di masa yang akan datang. ”PPP adalah rumah besar umat Islam, itu artinya PPP juga rumah kita bersama,”ucap mantan anggota DPRD Sumut ini.

Sabtu, 14 April 2012

Fadly Nurzal Hadiri Acara Puncak Hul Tuan Guru Babussalam

Acara puncak peringatan Hul ke-88 Tuan Syekh Babussalam Pertama Syekh H. Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi Naqsabandi, yang dilaksanakan di Perkampungan religius Babussalam, Langkat berlangsung penuh hikmat. Acara puncak Hul dilaksanakan Jum’at (13/3) kemarin. H. Fadly Nurzal, S.Ag sebagai Ketua DPW PPP Sumatera Utara dan calon Gubsu, tampak ikut menghadiri acara tersebut, didampingi Sekretaris DPW PPP Sumut H Yulizar P Lubis yang juga Sekretaris PW Alwashliyah Sumut. Ikut mendampingi Wakil Bendahara Mhd Soleh Tanjung, Ketua DPC PPP Langkat Nurul Azhar Lubis yang juga Anggota DPRD Sumut dan H Ghazali Syam. Fadly Nurzal yang mendapat penghormatan duduk berdampingan dengan Tuan Syekh Babussalam bersama mantan Walikota Medan Drs. H Abdillah Ak MBA yang digelar Tuan Syekh Babussalam sebagai “Sang Penyejuk”. Pada acara itu disampaikan sejarah hidup Tuan Syekh Babussalam yang pertama, pelantikan para khalifah dari berbagai daerah, dan tausyiah yang disampaikan Prof. Dr H. Ramli Abdul Wahid, mewakil Rektor IAIN Sumut. Dalam tausiyahnya, Ramli mengatakan dalam proses mendekatkan diri kepada Allah SWT, melalui toriqat sama seperti jalan tol. Sementara berdasarkan syari’ah seperti jalan biasa. Oleh karena itu, orang-orang yang telah menjalani tariqat sangat terjaga aqidah, iman dan moralitasnya. Sementara itu, Fadly Nurzal usai mengikuti acara puncak, mengatakan sangat terharu mengikuti acara Hul tersebut. Katanya, kepribadian dan pengabdian yang telah ditoreh Tuan Syekh Babussalam Pertama Syekh H. Abdul Wahab Rokan Al-Khalidi Naqsabandi, merupakan pelajaran berharga. ”Sosok Syekh Abdul Wahab Rokan merupakan inspirasi, bahwa kebaikan dan ilmu yang kita ajarkan akan tetap dikenang sepanjang masa,”katanya. Menurut Fadly, budaya religius yang diterapkan di Babassalam sesuai dengan visi misi Bupati Ngogesa Sitepu yang ingin menjadikan sebagai bumi religius. Bahkan daerah-daerah lain juga tidak salah belajar dan mengikuti apa yang dilaksanakan di Babussalam tersebut. ”Mengikuti kebaikan yang dilakukan orang lain, itu juga bagian dari sebuah kebajikan. Jadi kita harusnya mengikutinya,”ucapnya. Pada acara itu juga hadir sejumlah pejabat penting Sumut, Ketua MUI Sumut, para ulama dan tokoh adat serta masyarakat. Ribuan jama’ah Tariqat Nasqsabandiah tidak saja datang dari Sumatera Utara, tapi hadir juga dari Nanggroe Aceh Darussalam, Provinsi Riau, Jakarta bahkan dari Singapura. (***)

Kamis, 12 April 2012

Tuan Syekh Babussalam: Saya Senang Fadly Nurzal Dicalonkan PPP Jadi Gubsu

Ulama besar dan Tuan Syekh Babussalam H. Hasyim Al-Syarwani mengaku sangat senang dengan komitmen dan keistiqomahan PPP tetap menjadi partai Islam. Tuan syekh juga senang dan merestui, keputusan Ketua DPW PPP Sumut H Fadly Nurzal S.Ag maju menjadi calon Gubernur Sumut. Penegasan itu disampaikan tuan syekh ketika menerima silaturrahim H Fadly Nurzal S.Ag bersama rombongan, di kediamannya Persulukan Babussalam Tanjung Pura Langkat, Rabu (11/4) kemarin. "Majulah ananda. Pesan saya, pertahankan silaturrahim yang selama ini dibangun dengan ulama dan muballigh. Ulama dan muballigh itu tempat ummat bertanya, siapa yang akan dipilihnya menjadi pemimpin. PPP telah mencalonkan ananda sebagai gubernur, saya senang,”ujar Tuan Syekh Syarwani. Tuan Syech juga mengharapkan agar umat Islam bersatu. Jangan terpecah belah, kalau terpecah belah, tidak akan menang. "Umat Islam harus bersatu dan jangan terpecah belah. Kalau kita (umat Islam,red) terpecah, kita tidak akan menang," kata Tuan Syech. Tuan syech meminta agar Fadly Nurzal terus mengintensifkan bertemu umat untuk menyerap aspirasi. Sehingga umat mengenal sosok pemimpin yang akan mereka pilih pada Pilgubsu mendatang. Sebelumnya Fadly Nurzal kepada Tuan Syekh Babussalam menyampaikan dirinya sudah dua priode memimpin DPW PPP Sumut. Pada priode kedua ini, sesuai hasil keputusan Mukerwil PPP Sumut, ia dicalonkan menjadi Gubernur Sumatera utara. " Mohon do’a dari tuan syekh untuk kemajuan partai ini, agar PPP tetap dicintai umat Islam. Tidak hanya pada Pilgubsu, tapi juga dimasa yang akan dating, sehingga kerja-kerja kami berguna dan bermanfaat buat umat Islam," ujar Fadly. Ketika itu Fadly Nurzal berziarah ke makam Tuan Syekh H. Abdul Wahab Rokan, pendiri Persulukan Babussalam. Juga beramah tamah dengan jamaah Persulukan dari berbagai daerah yang datang untuk mengikuti HUL memperingati wafatnya Tuan Syekh H Abdul Wahab Rokan ke-88. Acara silaturrahim dengan Tuan Syekh Babussalam diakhiri makan bersama dengan keluarga besar Babussalam. Turut hadir dalam silaturrahim itu, Sekretaris DPW PPP Sumut H Yulizar Parlagutan Lubis yang juga Sekretaris PW Al-Jam'iyatul Washliyah Sumut. Wakil Ketua DPW PPP Sumut H Ahmad Hosen Hutagalung yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) PW Muhammadiyah Sumut, Wakil Ketua Andy Jaya Matondang, Wakil Sekretaris Ahmat Soleh Tanjung yang juga Wakil Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumut, senior PPP H Ahmad Ghazali Syam, Ketua DPC PPP Medan Aja Syahri, Wakil Sekretaris Mursal Harahap yang juga Wakil Sekretaris PW GP Ansor Sumut, Sekretaris DPC PPP Langkat Sucipto, Wakil Ketua GP Ansor Medan M. Syafii Sitorus.

Sabtu, 10 Maret 2012

Fadly Nurzal : Umat Islam, Jangan Tinggalkan Gelanggang

Calon Gubernur Sumatera Utara H Fadly Nurzal, S.Ag mengingatkan seluruh umat Islam agar tetap menjaga persatuan dan kekompakan. Sebab, banyak pihak yang menginginkan umat Islam terpecah belah, setelah itu mereka mengambil kekuasaan. ”Saya minta, umat Islam jangan pernah meninggalkan gelanggang,”tegas Fadly Nurzal, S.Ag pada saat bersilaturrahmi dengan masyarakat DI lingkungan VIII Kelurahan Tegal Sari Mandala III Kec. Medan Denai, Jum’at (9/3). Disebutkan Fadly yang juga ketua DPW PPP Sumatera Utara, banyak pihak yang sengaja membangun opini agar umat Islam benci dengan pemilihan kepala daerah dan Pemilihan legislatif serta demokrasi. Karena dengan terpecahnya umat Islam, akan memberi ruang kepada mereka untuk merebut dan mengambil kekuasaan. ”Oleh karena itu sekali lagi saya harapkan, kita seluruh umat Islam harus bersatu, karena dengan bersatu kita akan kuat. Jika ada isu dan informasi terkait tokoh-tokoh Islam, maka berkumpullah untuk mencarikan solusinya. Bukan malah mengambil jarak dan membencinya,”ujarnya. Pilihan boleh berbeda karena perbedaan adalah rahmat, masing-masing ummat islam pastilah punya hak politik yang sama untuk sepaham atau tidak sepaham tentang siapa yang tepat menjadi pemimpinnya namun ummat islam juga harus kompak maka dengan kekompakan itulah kita menjadi kuat dan tidak bisa diacak-acak. Lebih lanjut Fadly menjelaskan, sebagai pimpinan partai politik Islam, secara lembaga dan pribadi ia memiliki tanggungjawab terhadap kepentingan umat Islam, terutama kalangan genarasi muda seperti remaja masjid. Kata Fadly, seperti apa Islam ke depan sangat ditentukan pembinaan yang dilakukan terhadap generasi muda sekarang. Pada kesempatan yang baik ini, kata Fadly, saya ingin menghimbau bapak dan ibu, agar menjadi tidak hanya menjadi orangtua bagi anak-anak, tapi juga menjadi teman curhat dan sahabat. Sehingga apapun persoalan yang dialami anak-anak kita bisa diselesaikan dengan baik. Dalam rangka mempersiapkan generasi muda itulah, sebut, Fadly, PPP meluncurkan program maghrib mengaji. Saat ini sudah banyak generasi muda Islam yang jauh dari bimbingan agama dan kita semua bertanggungjawab untuk menyelamatkannya. ”Kita butuh kekuatan besar untuk memperjuangkan kepentingan umat Islam,”terangnya. Sebelumnya H Amril Guci, tokoh masyarakat Lingkungan VIII Tegal Sari Mandala III, melihat kondisi bangsa seperti sekarang ini, kita umat Islam merasa prihatin. Meskipun harus diakui, kondisi itu terjadi tidak terlepas dari pilihan politik masyarakat pada masa lalu. Ke depan katanya, dengan kedatangan calon gubernur yang juga pemimpin partai Islam semakin meneguhkan hati kita untuk saling bergandeng tangan berjuang bersama-sama. Kita jangan mengulangi kesalahan yang sebelumnya, jika ingin umat Islam menjadi pemimpin di Sumatera Utara ini. Ketua Hikma Kec. Medan Denai Solihan Hasibuan pada kesempatan itu mengatakan, silaturrahmi tersebut merupakan langkah awal untuk lebih dekat mengenal sosok tokoh Muda Islam dan Calon Gubernur Sumatera Utara H Fadly Nurzal, S.Ag. ”Kami generasi muda dan masyarakat Lingkungan III, tidak mau memilih pemimpin yang tidak kami kenal,”katanya. Hadir pada acara silaturrahmi itu, tokoh masyarakat, Kepala Lingkungan III, Badan Kenaziran Masjid ar-Ridho, Pengurus Hikma Kec. Medan Denai, Pengurus Pemuda Panca Marga dan masyarakat etnis minang. Turut hadir pengurus DPW PPP Sumatera Utara, Ketua DPC PPP Kota Medan dan undangan lainnya. (***)

Selasa, 28 Februari 2012

FADLY NURZAL FOR GUBERNUR

Kini peminpin baru telah datang, pemimpin yang diharapkan membawa angin perubahan lebih baik untuk rakyat sumatera utara. Untuk itu, mari kita bergandeng tangan mengukuhkan kekuatan demi menyelamatakan kepentingan umat islam dan masyarakat secara keseluruhan. Pemimpin itu adalah H Fadly Nurzal, S.Ag, seorang sosok yang santun tapi tegas dan dekat dengan semua kalangan. Fadly Nurzal merupakan sosok yang memiliki kualitas dan pengalaman yang teruji untuk memimpin Sumatera Utara yang multi agama, etnis dan budaya. Sudah saat kita tunjukkan bahwa PPP dan Umat Islam mampu membawa kebaikan kepada masyarakat sumatera utara, amin......

Senin, 27 Februari 2012

120 Ulama dan Tokoh Di Sumut Gabung Ke PPP

Langkah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendekati ulama terus berlanjut. Sebanyak 120 tokoh dari 40 pondok pesantren yang terdiri atas ulama,ustaz 17 kabupaten/kota di Sumatera Utara menyatakan bergabung dengan partai berlambang Kakbah tersebut. Pernyataan itu disampaikan di hadapan Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali saat pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VI PPP Sumatera Utara di Asrama Haji,Medan,kemarin. Deklarasi dukungan disaksikan Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz, Ketua DPP Hasrul Azwar, Emron Pangkapi, Ermalena, Wakil Sekjen Lukman Hasibuan, Khusnan Bey Fananie,Wakil Bendahara Reni Melinawati, dan Ketua DPW PPP Sumut Fadly Nurzal. Deklarasi dukungan disampaikan H Sukirman, pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hadi Tapanuli Tengah. “Kami berkomitmen bersama PPP untuk kepentingan umat Islam,” kata Sudirman disambut takbir dan aplaus ratusan kader PPP yang memadati aula Asrama Haji. Secara simbolis Suryadharma memasangkan rompi PPP kepada para tokoh yang bergabung. Ketua Panitia Muswil Yulizar P Lubis mengatakan,dukungan 120 tokoh Islam tersebut bersifat sukarela dan tanpa paksaan. Pihaknya mengaku terkejut dengan banyaknya tokoh yang kembali bergabung dengan PPP. “Kami takjub dan tak menyangka jumlahnya mencapai 120 orang.Kami yakin masih ada tokoh lain yang segera menyusul masuk PPP,” tuturnya. Ketua DPW PPP Fadly Nurzal menjelaskan, tokoh yang bergabung ke PPP tersebut ada yang berasal dari partai lain. Pihaknya berharap,bergabungnya para ulama tersebut semakin memperkuat PPP“Ada sejumlah tokoh PKB semisal H Usman Lubis yang ikut bergabung dengan PPP hari ini,” terang anggota DPRD Sumut tersebut. Sementara itu, Suryadharma Ali mengatakan, bergabungnya tokoh ulama tersebut menunjukkan bahwa PPP semakin dipercaya sebagai satu-satunya partai Islam. Menteri Agama ini mengaku setiap hari dan tidak bosan keluar masuk pondok pesantren untuk mengajak bergabung. “Istilahnya, kami mengemis kepada para ulama,tuan guru untuk kembali bergabung dengan PPP.Kami yakinkan juga kalau PPP tetap berkomitmen mengawal perjuangan Islam,” terang mantan Ketua Umum PB PMII ini. Suryadharma menegaskan, bergabungnya para ulama menjadi modal berharga bagi PPP untuk menghadapi Pemilu 2014. Pihaknya optimistis PPP bisa lolos parliamentary threshold(PT),bahkan menjadi salah satu kekuatan politik papan atas. “Kami harapkan siapa pun yang terpilih dalam muswil kali ini tetap memaksimalkan konsolidasi. Kami juga berharap muswil berjalan demokratis yang mengedepankan akhlakul karimah sebagai ciri khas PPP,”tutupnya. Suryadharma Ajak Kader Lakukan Perubahan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali mengajak kader partai berlambang Kakbah ini memanfaatkan forum Musyawarah Wilayah (Muswil) VI DPW PPP Sumut sebagai momentum konsolidasi dalam artian sesungguhnya. “Kompetisi boleh dan itu harus,tapi kompetisi harus sehat. Jangan sampai kompetisi yang tidak sehat,”katanya ketika membuka Muswil VI Dewan pengurus Wilayah (DPW) PPP Sumut di Asrama Haji Medan,kemarin. Menurut Menteri Agama Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid 2 ini,kompetisi yang tidak sehat akan melahirkan perpecahan di tubuh partai. Jika itu terjadi yang akan menanggung malu bukan siapa-siapa,tapi pengurus, anggota dan kader PPP. “Malu kita sama ulama yang telah menyatakan dukungan dan bergabung. Mereka ingin memperkuat Islam lewat PPP. Jika terjadi kompetisi tidak sehat, itu akan dikoyakkan oleh perdebatan internal,”tuturnya. Suryadharma berharap Muswil VI DPW PPP Sumut yang digelar di Asrama Haji Medan Jumat- Minggu (25-27/2) dan dihadiri 67 peserta, 800 penggembira serta dikawal 1.000 satuan tugas (satgas) pengamanan, akan melahirkan tokoh PPP yang bisa dihandalkan untuk memajukan partai di masa mendatang. Bagi dia, tidak masalah apakah tokoh yang lahir di muswil merupakan tokohtokoh yang lama,yang terpenting bisa membawa perubahan dan kemajuan di PPP Sumut. “Apakah tokoh lama atau baru tidak jadi soal.Tapi,kalau melihat tepuk tangannya, tokoh lama dengan kemasan baru,” ucapnya sambil bercanda. Dia melanjutkan, tentu dengan pengalaman yang bertambah yang sudah kenal asam, manis, pahit dan getirnya berjuang di PPP akan menjadi modal besar untuk mengembangkan partai ini menjadi partai Islam yang dapat mengabdikan diri bagi kepentingan umat dan pembangunan Sumut. Pada kesempatan itu, Suryadharma Ali kembali menegaskan, bahwa PPP tetap komit dan Istigomah menjadikan PPP sebagai partai yang berazaskan Islam. Untuk menjadikan PPP sebagai partai Islam terbesar di Indonesia, dia terus melakukan konsolidasi mulai dari tingkat bawah seperti desa, kecamatan, Kabupaten, provinsi hingga pusat. “Sebentar lagi kita akan muktamar. Kami terus berkonsolidasi. Karena itu, manfaatkan kesempatan muswil VI ini,”sebutnya. Dia mengajak seluruh pengurus, kader dan peserta muswil melakukan konsolidasi dalam arti sesungguhnya. Dia tidak ingin, konsolidasi hanya dimaknai sebatas proses pergantian kepimpinan, tapi tidak ada proses perubahan umat. Begitu juga tidak ada peneguhan perjuangan PPP yang berazaskan Islam. “Konsolidasi harus total dalam arti keseluruhan, yakni konsolidasi organisasi,kelembagaannya dan SDM-nya. Azas Islam harus menjadi komitmen bersama untuk memenangkan pemilu 2014,”tuturnya. Mantan Menteri UKM dan Koperasi ini optimistis suara PPP akan terdongkrak pada Pemilu 2014. Apalagi mulai bergabungnya kembali para ulama, tokoh agama, cerdik pandai, pemuda dan tokoh dari parpol lain yang bergabung ke PPP. “Ini momentum PPP untuk bangkit bersama-sama. Ini makin terlihat, para alim ulama, tokoh agama, parpol luar masuk ke PPP,”sebutnya. Tidak hanya itu, sebutnya, para ilmuwan, pemuda dan tokoh majelis berbondong-bondong bergabung ke PPP. Katanya,mereka sadar, PPP adalah parpol yang istigomah memegang Islam sebagai azas tunggal. Disebutkan Suryadharma, tidak hanya di Sumut para ulama kembali ke PPP, hal serupa terjadi di Jawa Timur, Jawa Tengah,dan Jawa Barat.Bahkan di Banten dan Jakarta bakal menyatakan kembali ke PPP. “Pantas PPP berada di garis ke depan memperjuangkan Islam menjaga umat dari masuknya pikiran sesat termasuk Ahmadiyah,” tegasnya. Dia juga mengajak kader PPP di garis terdepan melawan bentuk- bentuk kekerasan, sebab tidak ada kekerasan yang menguntungkan, justru merugikan. PPP harus dapat mencegah siapun untuk tidak melakukan kekerasan atas nama apa pun kepada siapa pun.“Jika kader PPP melihat ada keanehan di masyarakat, cepat lapor ke polisi biar ditangani, sehingga tidak meluas. Kita tak mau ada ketersinggungan yang menyebabkan sakit hati karena tidak tertutup kemungkinan akan menimbulkan gesekan sosial,” tandasnya. Ketua DPW PPP Sumut yang kini bertarung lagi dalam muswil, Fadly Nurzal juga optimistis PPP akan bangkit di Sumut.Apalagi adanya pernyataan sikap dukung para ulama masuk ke PPP. Masuknya para ulama ke PPP menegaskan, bahwa PPP benar-benar partai yang tetap istiqomah menjadikan Islam sebagai azas partai. Meski begitu, PPP tetap membuka diri untuk bekerja sama dengan partai lain dalam membangun Sumut. Fadly yang menyatakan, diri ingin bertarung kembali di Muswil VI PPP Sumut tersebut akan berupaya membangun PPP ke depan.Terlebih lagi jika dipercaya kembali memimpin partai berlambang Kakbah tersebut. Karenanya dia mohon dukungan semua pihak.

Sabtu, 25 Februari 2012

Pilgbsu 2013, Kaum Muda Vs Kaum Tua...?

Perhelatan akbar masyarakat Sumatera Utara tidak terasa kembali akan bergulir pada Maret 2013 mendatang. Meski masih tersisa waktu 1 tahun lebih, namun beberapa calon yang sudah melakukan berbagai sosialisasi diri. Berdasarkan informasi yang berkembang, diprediksi pada Pilgubsu nanti akan terjadi pertarungan kelompok muda dan kelompok tua. Lalu bagimana pendapat masyarakat kaum muda menyikapi hal itu. Berikut ini kami menurutkan beberapa pendapat dan pandangan tokoh-tokoh muda yang berhasil diwawancarai wartawan. Keberhasilan seorang pemimpin memang tidak sepenuhnya ditentukan faktor usia. Tetapi dalam UU No.12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemda disebutkan untuk menjadi calon gubernur/wakil gubernur harus berusia minimal 30 (tigapuluh) tahun sementara bagi calon bupati/wakil bupati dan walikota/wakil walikota harus berusia minimal 25 (duapuluh lima) tahun (Pasal 58 huruf d). Berdasarkan amanah UU tersebut, sesungguhnya peluang kelompok muda untuk tampil menjadi pemimpin sangat besar. ”Aspek usia tidak menarik untuk diperdebatkan. Sebab sepanjang ketentuan UU sudah dipenuhi, ya sudahlah,” Sekretaris DPD KNPI Sumatera Utara Dedi Iskandar Batubara. Demikian juga jika dilihat dari aspek pengalaman, juga tidak terlalu penting, karena setiap orang memiliki pengalaman sendiri. Namun sejujurnya bila tren sekarang anak muda tampil menjadi pemimpin, itukan kultur yang baik bagi demokrasi dan pembangunan. Faktanya kata Dedi, saat ini Beberapa tokoh dan pemimpin partai sudah mulai meremaja. Jadi tidak eloklah kalau usia menjadi perdebatan apalagi jadi tolak ukur, layak atau tidak memimpin sebuah daerah. “Sepanjang ketentuan dan syarat bisa dipenuhi why not. Saya melihatnya begitu,”tegasnya. Lagipula sekarang ini secara potensi sumber daya manusia, anak-anak muda sekarang lebih cerdas, strata pendidikannya lebih baik. Pengalaman-memimpin kelembagaan organisasi sudah luas. Terlebih anak-anak muda sekarangkan lebih kreatif. Potensi itu dapat kita lihat pada beberapa figur tokoh muda yang ada saat ini. Seperti Fadly Nurzal yang sukses memimpin PPP Sumatera Utara. Sosok anak muda ini mempunyai potensi dan nilai yang baik di masyarakat. Sudah berpengalaman diparlemen. Sepanjang dia memimpin di PPP cukup baiklah dengan semangat anak mudanya. Sementara Gatot dan Gus Irawan juga masih tergolong muda. Namun lanjut Dedi, jika ditarik dari sisi kepentingan tentu generasi muda cenderung mendorong kelompok untuk maju memimpin Sumatera Utara dan itu wajar. Karena pemikiran yang sama juga terjadi pada kelompok tua yang merasa masih mampu bersaing dengan kelompok muda. ”Ya, kita lihat saja 2103, seperti apa konstalasi dan dinamika poitiknya seperti apa. Karena saya yakin, generasi muda yang sebagain besar pemilih pemula sudah cerdas memilih siapa sosok yang tepat meminpin Sumatera Utara ke depan,”ucapnya. Kolaborasi Tua Muda Aktivis pergerakan mahasiswa yang kini menjabat Ketua Satma PP Iqbal Hanafi, menilai tidak tepat dipertentangkan antara kaum tua dan kaum muda untuk memilih Sumatera Utara. Justru yang tepat, terjadi kolaborasi tua muda, sehingga diharapkan kepemimpinannya menjadi lebih komplit. ”Kolaborasi tua muda itu lebih tepat, mengingat Sumatera Utara merupakan daerah yang multi etnis, agama, suku dan budaya,”jelasnya kepada KPK Pos saat ditanya pandangan terkait pertarungan kaum muda dan kaum tua pada Pilgubsu 2013 mendatang. Dijelaskan Iqbal, antara kaum muda dan kaum tua sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi jika dua kelompok ini disinergikan, tentu kepemimpinannya akan semakin kuat. Benar kaum tua kaya pengalaman dan cenderung lambat dalam mengambil keputusan disebabkan faktor kehati-hatian serta banyak pertimbangan. Benar juga, kaum muda lebih enerjik, pekerja keras dan tegas dalam mengambil keputusan. Lagi pula, lanjut Iqbal, di tengah-tengah masyarakat ada yang belum bisa menerima anak muda menjadi kepala daerah, karena tidak punya pengalaman yang cukup. Lalu jika itu dikombinasikan dengan kelompok muda yang syarat pengalaman tentu semakin pas. ”Atinya anak-anak muda sekarangkan sudah diberikan peluang berpolitik, menjadi penguasa itukan peluangannya sangat besar sekali,”katanya. Ketika ditanya bagaimana dengan aspirasi dan perjuangan mahasiswa. Iqbal menyebutkan jika disinggung soal itu tentu generasi muda lebih memilih pemimpin dari kalangan kaum muda. Alasannya, karena pemimpin yang muda diyakini lebih memahami aspirasi dan keinginan serta perjuangan generasi muda. ”Apalagi bicara dunia pendidikan. Pastinya Satma PP berkeinginan tokoh muda yang peduli pendidikan memimpin Sumatera Utara ke depan. Dan kita sudah punya beberapa nama, tapi sekarang ini tidak etis disampaikan,”ucapnya. Sebelumnya Dedi Iskandar Barubara menyampaikan, sesungguhnya potensi kaum muda di Indonesia sangat luar biasa. Anehnya, parameter yang digunakan dalam melihat potensi pemuda hanya berdasarkan amatan di wilayah Jakarta. Padahal jika mau ril, potensi pemuda di luar Jakarta jauh lebih besar dan berkualitas. Indonesia inikan bukan Jakarta saja. Jadi batas toleransinya misalkan seperti teman-teman yang di KNPI. Kalau 30 tahun masih cenderung sangat muda. Saya 35 tahun tidak menjadi persoalan. Tapi kalau sudah 40 tahun itu sudah kelewat, sudah terlalu tua. Yang lebih tua pengalaman korupsinya juga lebih banyak. ”Makanya dikombinasilah, kalau Gubernurnya dari kalangan tua maka wakilnya dari anak muda dan sebaliknya. Tidak ada persoalan tua dan muda berkolaborasi. Tetapi harus yang clear yang menjadi gubernur jangan yang bermasalah, kalau yang bermasalah repot kita,” katanya. Disinggung soal kriteria, Iqbal dan Dedi cenderung sepakat bahwa gubenur dan wakil gubernur haruslah amanah, bermoral, pro rakyat dan komitmen nasionalismenya jelas. Track Recordnya Teruji Ketua PW Generasi Muda Pembangunan Indonesia (GMPI) Sumatera Utara, Jafaruddin Harahap, S.Pd, M.SI mengatakan dalam menentukan pemimpin tidak melihat persoalan usia. Usia tua dan muda memiliki pelunga yang sama untuk terpilih jadi pemimpin. ”Yang paling utama, pemimpin itu sudah harus terujui track recordnya atau rekam jejaknya,”kata Jafar ketika ditanya KPK Pos terkait kemungkinan terjadinya pertarungan kamu muda dan kaum tua pada Pilgubsu 2013 mendatang. Kita kata Jafar, jangan terlalu mempersoalkan masalah usia. Karena yang paling penting adalah seperti apa sosoknya, apakah bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Apakah akhlaknya baik dan apakah sosok tersebut amanah dalam memimpin. Kemudian dalam konteks Sumatera Utara yang dihuni banyak etnis, penganut agama dan suka dan budaya, apakah calon tersebut mampu mengakomodir pluralitas tersebut. ”Pada persoalan itu, maka kita harus cerdas memilih pemimpin. Namun pada persoalan itu, itu bukan menjadi barometer yang harus dipertimbangkan,” jelasnya. Jafar menjelaskan, dengan track record yang teruji, tentu diharapkan mampu membawa perubahan yang lebih baik di Sumatera Utara. Oleh karena itu, generasi muda Sumatera Utara harus benar-benar memperhatikan itu, jika kita semua menginginkan rakyat Sumatera Utara makmur dan sejahtera. Juga jangan menjadi pertimbangan serius apa latarbelakang para calon pemimpin. Karena latar bekalang itu akan sangat berbeda jika diaplikasikan dalam memimpin suatu daerah yang besar seperti Sumatera Utara. ”Intinya GMPI Sumut tidak mempersoalkan usia muda dan tua, yang penting visi misi dan track recordnya sudah diakui, itu lebih penting,”ucapnya. Meskipun, lanjut Jafar, bagi GMPI Sumatera Utara siapa calon yang akan di dukung sudah final berdasarkan hasil kesepakatan pada Musyawarah Kerja. ”Bagi GMPI, kandidat Geburnur yang akan didukung sepenuhnya adalah penasehat GMPI Sumatera Utara H Fadly Nurzal, S.Ag, dan keputusan ini sudah final,”tegasnya. Disebutkan Jafar, putusan tersebut dasarnya bukan usia. Tapi lebih dari itu, yakni track recodr teruji, berakhlak mulia, dikenal masyarakat Sumatera Utara. Kemudian figur Fadly Nurzal dengan kemampuan leadhersifnya diyakini mampu mengakomodir seluruh kepentingan masyarakat Sumatera Utara. ”Kemampuan itu sudah dibuktikannya ketika memimpin PPP Sumatera Utara, dimana kepengurusannya ada di 33 kabupaten/kota,”jelas Jafar. Terkait nama kandidat, sebelumnya Dedi Iskandar menyampaikan analisa sederhana dengan melihat kondisi ril yang ada saat ini. Menurutnya Plt Gubsu sekarang ini masih mampu bagus, tetapikan tidak mungkin ia sendiri yang mengelola provinsi ini. Sebagai calon incumbent, jika nanti Gatot maju kembali, saya melihat ia punya peluang. Faktornya ada dua, pertama sudah pernah menjadi pimpinan dan kedua punya partai PKS. Di banding sama calon-calon yang lain, potensinya sampai saat ini lebih besar. Namun Gatot dalam analisas saya, ia tidak punya power full di parlemen, karena memang PKS hanya memiliki beberapa kuris di DPRD Sumut. Gatot juga lemah dan terkesan tidak mampu membangun komunikasi yang baik dengan elit partai maupun parlemen. Sikap Gatot saat ini sangat tidak menguntungkan buat dia. Akan banyak kebijakan yang tidak mulus karena ada hambatan dari dewan. Gatot juga tidak supel berkomunikasi, pimpinan inikan harus bisa membangun komunikasi dengan semua pihak. Kesannya ia tidak berhasil melakukan itu. “Sampai saat ini yang pasti saya pribadi belum dukung siapa-siapa. Karena belum ada calon yang pasti, masih samar,”ujaranya. Terkait track record, Iqbal Hanafi juga punya catatan nama-nama yang layak memimpin Sumatera Utara. Di antarnya Rahmad Shah yang saat ini berkiprah di Palang Merah Indonesia (MPI). Di tangannya, PMI menunjukkan perubahan ke arah lebih baik dari sebelumnya. Lalu Gus Irawan, telah terbukti mampu membawa Bank Sumut dari posisi merugi menjadi mendapatkan laba yang sangat pantastis. Bahkan kini Gus Irawan dan Bank Sumut berpacu membangun kredit usaha kecil bagi masyarakat. Lalu Gatot Pujo Nugroho, sebagai Plt Gubsu, sedikit banyak telah memahami persoalan-persoalan yang dialami masyarakat Sumatera Utara. Ada lagi kata Iqbal, Fadly Nurzal yang sukses memimpin satup-satunya partai Islam yakni PPP. Dimana sebelumnya kondisi PPP kurang harmonis dan terkesan tidak terkoordinasi dengan baik. Di tangan Fadly Nurzal berubah menjadi partai yang solid dan boleh dikatakan sunyi dari persoalan-persoalan internal. ”Tokoh-tokoh ini masing-masing telah memiliki rekam jejak yang baik. So, selanjutnya tergantung pilihan masyarakat Sumatera Utara, siapa menurut penilaian masyarakat yang lebih baik,”ujarnya.

Fadly Nurzal : Islamlah yang Menyelamatkan Kaum Perempuan

Tokoh muda dan calon pemimpin Sumatera Utara H Fadly Nurzal, S.Ag mengatakan kehadiran Islam membawa perubahan siginifikan dalam kehidupan manusia. Mulai dari tatanan kehidupan sosial, ekonomi dan lainnya sebagainya. ”Rasulullah Saw merupakan tokoh yang mengangkat derajat kaum perempuan,”katanya saat memberikan sambutan pada acara Tabligh Akbar sekaligus peringatan maulid Nabi Muhammad Saw di Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kab. Deli Serdang, Jum’at (24/2). Sehingga dalam satu riwayat kata Fadly, yang juga ketua DPW PPP Sumatera Utara ini disebutkan, ketika sahabat bertanya kepada Nabi Muhammad Saw siapa yang wajib dihormatinya, Nabi menjawab Ibu, dan itu disebutkan hingga tiga kali. Ini menunjukkan betapa Nabi Muhammad sebagai junjungan alam dan pembawa risalah agama Islam, sangat memperhatikan nasib kaum perempuan. Fadly sebagai tokoh muda yang banyak didorong umat Islam agar maju menjadi Calon Gubernur Sumatera Utara tahun 2013 nanti mengatakan, peranan kaum perempuan sangat strategis dalam membangun bangsa dan negara. Oleh karena itu, Fadly mengajak seluruh orangtua agar menjadi sahabat, guru dan teman bagi anak-anaknya. ”Mohonlah para ibu-ibu tidak saja menjadi orangtua, tapi juga menjadi teman curhat dan tempat bertanya para anak-anak kita,”himbaunya. Disaat orangtua tidak lagi menjadi teman bagi anak-anaknya, maka ia akan mencari tempat bertanya di luar orangtuanya. ”Jika tempat bertanyanya salah, maka dapat dipastikan tindakan dan perbuatan yang diambil anak-anak juga akan salah,”katanya sembari menjelaskan begitulah pentingnya peranan orangtua bagi anak-anaknya. Sementara itu, Ketua PAC PPP Kecamatan Percut Sei Tuan al-ustad Misnan Aljawi, SH mengatakan, PPP sebagai rumah besar umat tetap konsisten memperjuangkan aspirasi dan kepentingan umat Islam. Oleh karena itu ia mengajak seluruh jama’ah untuk bersama-sama membesarkan rumah besar umat Islam tersebut yakni Partai Persatuan Pembangunan. Pada kesempatan itu, Misnan juga mengingatkan jamaah terkait banyaknya propoganda yang menyudutkan partai Islam. Katanya, itu sengaja dilakukan agar umat Islam yang moyoritas di negari ini semakin hancur. ”Untuk itu saya mengajak seluruh umat islam untuk bersatu memperjuangkan dan membesarkan PPP sebagai rumah politik umat Islam,”ucapnya. Sebelumnya Koordinator Agama Islam PTPN-II Kebun Sampali Sahminan Tarigan juga mengingatkan arti pentingnya keberadaan orangtua bagi anak-anak, di tengah budaya masyarakat yang sudah banyak menyimpang. ”Kita jangan menyalahkan budaya dan jaman hanya karena kita tidak sanggup mendidik anak-anak kita,”ucapnya. Dibagian lain Kepala Desa Sampali mengajak seluruh jamaah untuk turut serta membantu pemerintahan menciptakan suasana kondusif. ”Apapun persoalan yang terjadi, jika kita hadapi secara bersama-sama, pasti bisa kita carikan solusinya,”ucapnya. Jama’ah tabligh akbar sangat beriterima kasih atas kunjungan H Fadly Nurzal yang juga Ketua Fraksi PPP DPRD Sumatera Utara. Mereka berharap ke depan para pemimpin Sumatera Utara dapat mencontoh apa yang dilakukan Fadly Nurzal, yakni banyak bersilaturrahmi ke masyarakat untuk mengetahui apa sebanarnya yang diharapkan dari para pemimpinnya. Acara dihadari ratusan jamaah, perwakilan PTPN –II Kebun Sampali, tokoh masyarakat dan al-ustad Misnan Aljawi yang sekaligus menyampaikan tausyiah.