MEDAN

Nasehat...

.“(Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas? Tidak ada yang dapat menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman. (An-Nahl:79") .“(menang dengan mengalah, itulah filsafat air dalam mengarungi kehidupan") .(Guru yang paling besar adalah pengalaman yang kita lewati dan rasakan sendiri) .(HIDUP INI MUDAH, BERSYUKURLAH AGAR LEBIH DIMUDAHKAN ALLAH SWT)

Bismillahirrahmanirrahim

"Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas? Tidak ada yang dapat menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman. (An-Nahl:79)

Minggu, 07 Maret 2010

Oknum Lurah Larang MaRI Pidato saat Maulid

Sikap keberpihakan aparat Pemko Medan terkait semakin dekatnya pelaksanaan Pilkada Kota Medan terus ditunjukkan. Terbukti pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Medan Maulana Pohan dan Ahmad Arif, dilarang berpidato aparat Keluarahan Belawan Bahagia Kecamatan Medan Belawan. Maulana-Arif dilarang tampil pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di kawasan Kelurahan tersebut, Sabtu malam lalu. Atas tindakan itu, tim pemenangan pasangan bakal calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Medan Maulana Pohan dan Ahmad Arief (MaRI) melakukan protes keras, terhadap sikap arogansi oknum Pemko Medan tersebut. “Padahal Maulana Pohan didaulat untuk menyampaikan pidato pada kegiatan tersebut,” kata Ketua Tim Pemenangan pasangan MaRI H Fadly Nurzal SAg didampingi Wakil Ketua Tim Pemenangan Ir H Ahmad Parindungan, H Isfan F Fachruddin SE MSP dan Sekretaris Tim Pemenangan MaRI Drs Aripai Tambunan MM kepada wartawan di Posko pemenangan pasangan MaRI, Jalan Mayjen Suprapto Medan, Minggu (7/3). Kata Fadly dan Isfan, kejadian seperti ini bukan yang pertama. Sebelumnya spanduk pasangan MaRI juga pernah diturunkan oknum Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan Maimun dalam acara peringatan Maulid. Akibat tindakan itu oknum Lurah bertengkar dengan panitia maulid, karena panitia tidak mau menurunkan spanduk pasangan MaRI. “Apa yang pernah kita khawatirkan sebelumnya, soal keberpihakan aparatur Pemko Medan, menjadi kenyataan dan ini jelas-jelas adalah prilaku aparatur yang sangat memalukan,” ujar Fadly. Apalagi, papar Fadly dan Ahmad Parlindungan, kehadiran Maulana maupun Arif diberbagai kegiatan masyarakat atas permintaan masyarakat. Karena menurut masyarakat, Maulana dan Arif tokoh yang bersih, berpengalaman serta bersahaja. Profil seperti ini dibutuhkan dalam rangka membangun Kota Medan. Dengan kejadian seperti ini, kata Fadly, jelas ada pihak yang khawatir kalau Kota Medan dipimpin tokoh bersih seperti pasangan MaRI sehingga mereka kebakaran jenggot. “Dan itu berarti pihak tersebut punya maksud-maksud tertentu yang tidak baik terhadap Kota Medan,” tegas Fadly. Kejadian-kejadian tersebut, tegas Fadly, akan kita tindaklanjuti dan dipersoalkan sehingga terbuka secara jelas, mana emas mana loyang. Apalagi mereka-mereka yang diduga bermain ibarat bersembunyi dibalik sehelai lalang. Terbukti prilaku oknum lurah tersebut, informasinya diduga atas perintah Plt Sekda Kota Medan. Atribut Dicopot Kejadian sebelumnya, ungkap Fadly dan Isfan, atribut-atribut MaRI, baik yang dipasang Tim MaRI maupun oleh masyarakat banyak yang dicopot ditengah malam. Misalkan di kawasan Medan Kota, Medan Belawan, Medan Tembung, Medan Denai, Medan Maimun, Medan Amplas, Medan Timur, Medan Petisah dan Medan Barat. Ditambahkan Ahmad Parlindungan dan Aripai, saat sekarang ini keseluruhan pasangan bakal calon Walikota dan calon Wakil Walikota belum mendapatkan aturan tentang tata cara dan pengaturan pelaksanaan kampanye. Artinya, para pasangan calon masih dalam tahap sosialisasi. (***)

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan sampaikan komentar anda di sini